Masyarakat Pertanyakan Pelayanan Kesehatan Kepemimpinan Bupati Tangerang

pelayanan kesehatan puskesmas

KABUPATEN TANGERANG,PenaMerdeka – Jupri Nugroho Kordinator Divisi Advokasi dan Investigasi Tangerang Public Transparency Watch (Truth), menilai pelayanan kesehatan Pemerintah Kabupaten Tangerang buruk.

Hal ini lantaran dianggap ketidak seriusannya Puskesmas Sepatan dalam memberikan pelayanan. Bahkan sampai mengakibatkan warga yang ingin berobat meninggal dunia.

“Ini harus menjadi catatan Pemerintahan Kabupaten Tangerang, sekaligus menjadi pertanyaan besar, sejauh mana sesungguhnya Zaki Iskandar Bupati Tangerang dan Dinas Kesehatan berkomitmen untuk meningkatkan pelayanan sesuai standar pelayanan?” kata Nugroho melalui surat tertulisnya kepada PenaMerdeka.com, Selasa (13/6).

Padahal lanjut Nugroho, pada awal tahun 2017 Bupati Tangerang berkomitmen akan meningkatkan pelayanan kesehatan mulai dari infarastruktur kesehatan, tenaga medisnya sampai peningkatan status rawat inap.

Selain itu, pada anggaran tahun 2016 untuk kesehatan Pemkab Tangerang telah mengucurkan anggaran sekitar Rp 763,1 miliar yang digunakan sebagai bangunan fisik Puskesmas di 29 kecamatan.

Namun faktanya masyarakat sulit bahkan ditelantarkan, hingga berujung kematian, untuk apa besarnya anggaran dan pembangunan Puskesmas tersebut.

“Perlu ada evaluasi yang serius dari Bupati Tangerang selaku kepala pemerintahan Kabupaten Tangerang, untuk memperbaiki pelayanan kesehatan bagi masyarakat agar kejadian seperti ini tidak terulang kembali,” ungkapnya.

Ia menegaskan, jangan hanya dijadikan sebagai jargon politik, untuk mendulang popularitas dan elektabikitas semata. Melainkan, harus menjadi kebutuhan ketulusan untuk melayani masyarakat.

“Publik menagih komitmen dan janji pelayanan kesehatan Bupati Tangerang Zaki dan menuntut ketegasan, agar memberikan sanksi yang tegas berupa pencopotan dari jabatan kepada Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan dan Puskesmas Sepatan,” pungkasnya.

Seperti diketahui, pada Senin (5/6/2017) disinyalir Puskesmas Kecamatan Sepatan Kabupaten Tangerang menelantarkan pasiennya hingga meninggal dunia. Pasien bernama Masamah (27) warga Desa Pisangan Jaya, Kecamatan Sepatan, Kabupaten Tangerang, karena dari awal berobat dikabarkan tidak memdapatkan tindakan medis dari petugas Puskesmas.

Demmy kaka korban, menyesalkan atas kejadian minimnya pelayanan kesehatan yang diberikan petugas di Puskesmas tersebut Ia juga menilai bahwa, pelayanannya itu sangatlah buruk dan dirasakan tidak manusiawi. Sebab, pada saat itu kondisi korban saat dibawa ke Puskesmas sudah cukup kritis.

“Sudah sesak nafasnya, tapi sama sekali tidak ada tindakan medis dari petugas Puskesmas. Jangankan dikasih alat bantu, di sentuh juga tidak oleh mereka,” ucapnya.

Padahal lanjut Demmy, kalau dilihat dari fasilitas dan perlengakapan puskesmas itu sudah cukup memadai karena bisa rawat inap dan punya dua unit ambulance, karena dianggap tidak dihiraukan oleh petugas kesehatan itu pihak keluarga langsung meminta untuk ada rujukan ke rumah sakit, namun tidak diberikan.

Bahkan, ketika meminta pinjaman mobil ambulans untuk membawa pasien ke rumah sakit juga tidak diizinkan.

“Masa pasien sudah kritis dari pihak dokter jaga tidak ada penanganan medis, kami mau pinjam ambulans untuk ngantar pasien ke rumah sakit juga tidak boleh dengan alasan harus izin kepala Puskesmas,” pungkasnya. (sar)

 

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Jazuli Abdilah ICMI Kota Tangerang
Disarankan