Soal Aktivitas Semen Merah Putih Warga sebut DPRD Banten Angkat Tangan

0 47

aktivitas semen merah putih lebak

LEBAK,PenaMerdeka – Gejolak persoalan aktivitas semen merah putih di Desa Pamubulan, Bayah, Lebak ProvInsi Banten belum berakhir terkesan tidak ada solusi. Pasalnya PT Cemindo Gemilang yang dianggap bertanggung jawab dan pernah menyatakan sepakat akan membuat jalan sendiri untuk kepentingan tambang produksi semen dikabarkan sampai saat ini belum juga merealisasi.

Sebelumnya aktivitas tambang dan distibuusi semen yang melewati akses jalan nasional menimbulkan berbagai persoalan seperti rusaknya jalan, retaknya rumah-rumah warga akibat peledakan bahan baku, dan bissing suara conveyor.

Ahmad Ludin Ketua Karang Taruna Desa Pamubulan mengatakan, permasalahan saat ini yang mencuat adalah bahwa PT. Cemindo Gemilang terhadap aktivitas semen merah putih dianggap telah mengingkari janji.

Saat itu menurutnya perjanjian telah disepakati pada 29 Mei 2017 lalu di DPRD Banten dengan Kapolres Lebak, Dir Intel Polda, Dishub, BLHD, BIN Banten dan perwakilan warga terdampak dari Desa Pamubulan.

“Mereka sudah berjanji tetapi sampai saat ini tidak ada penjelasan dari pihak PT Cemindo Gemilang, mereka janji itu dihadapan Ketua DPRD Banten dan disaksikan banyak orang,”ujarnya saat dihubungi, Selasa (13/6).

Jalan nasional yang dilewati oleh armada truk tambang dikatakannya muatannya melebihi kapasitas standar jalan nasional. Tetapi sangat ironis kendaraan angkutan bahan baku semen itu tetap ngotot untuk melakukan pengangkutan dengan dikawal oleh Brimob bersenjata lengkap.

“Kami merasa aneh dan kecewa kepada aparat kepolisian, perusahaan jelas salah melanggar aturan muatan melebihi standar. Armada dari aktivitas semen merah putih seharusnya memakai standar maksimal 8 ton,” ucap Ahmad Ludin.

Namun perusahaan memakai jalan ini dengan muatan lebih dari 25 ton. Lantas kenapa oknum aparat malah melindungi yang salah.

Sementara Ersya Golda aktivis Aliansi Muda Banten Selatan sangat menyangkan sikap aparat dan sikap DPRD yang terkesan acuh pada persoalan ini.

“Seharunya pemerintah khususnya DPRD cepat respon dan tanggap pada setiap perosalan yang terjadi pada masyarakat. Karena hakekatnya DPRD ini adalah wakil rakyat yang harus mampu mengakomodir dan menyelesaikan segala persoalan yang menimpa masyarakat,” kata Ersya.

Apalagi kata dia, jangan sampai DPRD terkesan tutup mata tutup telinga yang justru akibat aktivitas semen merah putih atau investor yang mau berinvestasi di Banten jika diperlakukan seperti ini akan malah jumawa dan memperlakukan warga dengan semena-mena,”ungkapnya. (RA)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Tahun Baru Islam
Loading...