Jazuli Abdillah Selamat Idul Fitri

Pasangan Asal Swiss Ditemukan Kembali Setelah 75 Tahun Menghilang

JENEWA,PenaMerdeka – Pasangan asal Swiss yang sempat menghilang di pegunungan Alpen 75 tahun lalu ditemukan kembali di sebuah gletser yang surut. Penemuan jasad keduannya ini menjadi akhir yang tidak pasti untuk tujuh anak mereka selama puluhan tahun. Jasadnya di temukan tergeletak dekat satu sama lain di Diablerets, Swiss Selatan, bersama dengan sebuah buku, jam tangan, ransel dan botol.

“Itu adalah jasad seorang pria dan wanita yang mengenakan seragam perang dunia terakhir. Es yang telah menyimpannya dengan sempurna dan begitu juga barang bawaan mereka masih tetap utuh,” tutur Kepala resor ski Glacier 3000, Bernard Tschannen yang di lansir dari surat kabar Le Matin, Sabtu, (22/7).

Tschannen menyatakan kepada surat kabar bahwa pasangan asal Swiss itu kemungkinan mengalami kecelakaan dan jatuh ke dalam ceruk di sebuah gletser yang surut.

Pemeriksaan DNS pun sudah direncanakan secara definitive agar dapat mengetahui identitas mereka. Namun, Le Matin menyebut Marceline Dumoulin yang menyatakan bahwa ia sangat yakin jasad pendaki itu adalah orang tuannya yang menghilang pada 15 Agustus 1942.

Pasangan asal Swiss itu adalah seorang pembuat sepatu yang berusia 40 tahun saat itu, dan istrinnya Francine seorang guru sekolah yang berusia 37 tahun. Ia pergi meninggalkan desa Chandolin untuk mencari rumput bagi ternaknya di lereng gunung.

Sebuah pencarian pun dilakukan lebih dari dua bulan sejak di ketahui pasangan itu menghilang. Akhirnya pun ketujuh anak mereka, lima anak laki-laki dan dua perempuan di rawat dan di tempatkan di rumah asuh.

“Kami menghabiskan seluruh hidup kami untuk mencari mereka tiada henti. Kami tan pernah mengira bisa memberi mereka pemakaman yang layak mereka dapatkan,” ujar Marceline Dumoulin kepada Le Matin. Pasangan asal Swiss itu masih dalam pemeriksaan. (deden)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.