Diprotes Dewan, Ini Jawaban Perkim Kota Tangerang soal Bangunan SMP-N 28 Ciledug

Proyek gedung SMP-N 28 Ciledug

KOTA TANGERANG,PenaMerdeka – Kendati sempat mendapat protes dari Komisi IV DPRD soal kualitas bangunan SMP-N 28 Ciledug. Dinas Perumahan dan Pemukiman (Perkim) Kota Tangerang menyatakan sah saja karena itu bagian dari kontrol dewan.

Seperti diketahui sekolah berstatus negeri yang terletak di Jalan Raden Fatah, Kawasan Pasar Lembang, Kecamatan Ciledug, Kota Tangerang sempat dilayangkan protes oleh Komisi IV DPRD Kota Tangerang. Sebab selain dianggap berdiri di atas lahan yang masih bersengketa disebutkan juga bahwa kualitas bangunan sekolah tidak layak.

“Ini bahaya sudah 60 % pembangunan baru kelihatan jeleknya, Pemkot Tangerang kecolongan. Secara fisik kualitas bangunan SMP-N 28 Ciledug jika dilihat sangat mengkhawatirkan lantaran beton penyangga gedung tidak simetris,” ucap politisi Gerindra, Turidi Susanto yang juga Ketua Komisi IV DPRD Kota Tangerang, Minggu (16/09) pekan lalu.

Dalam kesempatan itu ia khawatir bangunan SMP tidak kokoh sehingga nanti bisa mengancam keselamatan siswa.

Turidi menambahkan, buruknya pengawasan pembangunan menjadi salah satu faktor bangunan ini tidak memadai.

Sementara Dafiar Eliyadi Kepala Dinas Perkim Kota Tangerang mengaku soal proses dan kualitas bangunan SMP-N 28 Ciledug sudah sesuai dengan spesifikasi dan tidak ada menyalahi anggaran.

Dafiar diwawancarai didampingi Kabid Bangunan pada Dinas Perkim Hadi Baradin menambahkan, soal statmen dewan dalam sidak beberapa waktu yang lalu sah saja.

“Kan sebagai bentuk kontrol. Masyarakat biasa pun boleh saja melakukan kontrol. Kalaupun dewan akan melakukan pemanggilan soal kejelasan SMP-N 28 Ciledug, Dinas Perkim siap datang. Saya akan menjelaskan semua. Kan sudah sesuai dengan spesifikakasi teknis bangunan. Maka itu kami siap menyodorkan bukti-bukti,” kata Dafiar kepada PenaMerdeka.com, Jumat (21/09/2017).

Adapun struktur bangunan yang dituding dewan terlihat tidak simetris itu karena pergerakan bigisting saja sehingga tidak terlihat simetris.

Struktur proses pembangunan SMP-N 28 Ciledug tidak bermasalah dan bisa di rapihkan melalu proses finishing karena saat pengecoran ada tekanan yang besar sehingga ada pergeseran bigisting.

“Pembesian semuanya sejajar dan sudah sesuai,” ungkap Dafiar.

Terkait status lahan ia mengklaim sudah sesuai dengan prosedur bahwa lahan sudah jadi millik asset Pemkot Tangerang.

Kata Dafiar bisa dibuktikan, soal bangunan di atas lahan yang diisukan bermasalah padahal sudah ada sertifikatnya. Kaitan peruntukan lahan kawasan Pasar Lembang dalam Rancangan Tata Ruang Wilayah (RTRW) tersebut untuk Perdagangan Barang dan Jasa.

“Jadi pembangunan SMP-N 28 Ciledug itu masuk dalam peruntukannya. Perumahan sekolah itu masuk kedalam kategori pelayanan fasilitas umum perumahan,” ucapnya menegaskan.

Kemudian Dafiar melanjutkan, perusahaan pelaksana dalam proyek bangunan sekolah adalah PT Adi Karya Cisadane. Perusahaan mereka berkantor di wilayah Tangerang Selatan

“Nilai kontraknya Rp 13,7 miliar yg masuk dalam kegiatan proyek multi years. Pada anggaran 2016 dan 2017, sesuai dengan Perpres bahwa di tahun pertama bisa di cairkan 15 persen yaitu sekitar 2,1M dan sisanya di bayarkan di tahun berikutnya.”

Dafiar menyebutkan bahwa kesepakatan pembayaran proyek tersebut antara DPRD dan juga Pemkot Tangerang sudah saling mengetahui. Lahan yang digunakan untuk bangunan SMP-N 28 Ciledug seluas 2300 m2. Rencana Pemkot Tangerang pada bagian tanah lainnya akan dibangun ruang terbuka hijau. (yuyu)

Disarankan
Click To Comments