Pasca Kebakaran Gudang LPG Karang Tengah, Pertamina Larang Praktik Gas Oplosan

0 266

Praktik Gas Oplosan

KOTA TANGERANG,PenaMerdeka – Peristiwa kebakaran yang terjadi di Karang Tengah, Kota Tangerang disinyalir lantaran adanya praktik gas oplosan oknum bertanggung jawab. Pertamina akibat kejadian tersebut meminta oknum masyarakat menghentikan permainan curang.

“Kami menghimbau kepada warga agar tidak melakukan praktik kecurangan seperti ini. Selain membahayakan nyawa juga merugikan Negara,” ucap Yudi Nugraha, Area Manager Communication & Relation Pertamina MOR III JBB kepada PenaMerdeka.com, Selasa (03/10/2017).

Maka itu pihak Pertamina kata Yudi ketika dikonfirmasi PenaMerdeka.com meminta supaya masyarakat membeli kebutuhan LPG ke Pangkalan atau Agen resmi Pertamina menghindari produk dari hasil praktik gas oplosan.

Sehingga konsumen mendapatkan produk yang sudah sesuai standar HSSE. Pertamina sangat menyesalkan jika ada terjadi pelanggaran atas tindakan tersebut.

Pasalnya dapat berakibat fatal dan membahayakan lingkungan sekitar. Dan berakibat pidana maka aparat yang menangani.

“Bila ada agen arau pangkalan yang main main dengan melakukan pengoplosan ancamannya pidana,” katanya menegaskan.

Dalam kesempatan itu Yudi menyarankan kepada konsumen yang membutuhkan informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Contact Center Pertamina di nomor 1-500000, atau melalui email pcc@pertamina.com.

Seperti diketahui dalam peristiwa kebakaran akibat dugaan praktik gas oplosan yang terjadi pada Senin (02/10/2017) beruntung tidak menelan korban jiwa. Namun sekitar 4 mobil pick up pengangkut gas ikut terbakar dalam kejadian tersebut.

Lokasi gudang yang cukup terpencil membuat petugas pemadam kebakaran Kota Tangerang kesulitan menjinakkan api tersebut.

Sebelumnya dari informasi yang berhasil dihimpun, warga sekitar merasa keberatan atas adanya gudang elpiji tersebut. Bahkan mereka meminta aparat segera menutup lokasi yang kerap mereka sebut tempat praktik gas oplosan.

“Warga di sini sebagian besar tidak setuju ada gudang gas itu. Kami berharap gudang ini ditutup,” kata Ferdiansyah, warga sekitar di temui di sekitar lokasi, Senin (2/10/2017).

Dalam kesempatan itu warga juga mengatakan babawa ada aktivitas kegiatan armada pengangkut gas. Keberadaan gudang diperkirakan sudah berlangsung sekitar 6 bulan. Kami kerap mendapati mobil yang mengangkut gas ukuran 3 Kg sampai 12 Kg ke dalam gudang.

“Bau gas sangat menyengat, banyak warga yang resah. Tapi mau bagaimana lagi, kami menduga ada praktik oplosan gas yang dilakukan. Harusnya aparat setempat yang bertindak tegas,” tandasnya berharap. (hisyam)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Disarankan
Loading...