Jazuli Abdillah Selamat Idul Fitri

AS Didesak Turunkan Sanksi terhadap Pemimpin Militer Myanmar

Militer Myanmar di Desak AS

WASHINGTON,PenaMerdeka – Lebih dari 40 anggota parlemen Amerika Serikat (AS) mendesak pemerintah Presiden Donald Trump agar menjatuhkan sanksi terhadap pemimpin militer Myanmar. Desakan penjatuhan sanksi tersebut sebagai respons atas tindakan keras militer terhadap minoritas Muslim Rohingya.

Salah satu sanksi tersebut yang diharapkan parlemen adalah  larangan perjalanan bagi pemimpin militer Myanmar ke AS.

Desakan puluhan anggota parlemen tersebut sudah disampaikan ke dalam sebuah surat yang dikirim melalui Menteri Luar Negeri AS Rex Tillerson. Puluhan legislator itu terdiri dari beberapa kubu termasuk kubu Partai Republik dan Partai Demokrat.

Para legislator mengharapkan agar pemerintah Trump melakukan langkah-langkah yang tegas terhadap militer Myanmar dan pihak-pihak lain yang telah melakukan pelanggaran hak asasi manusia dalam sebuah serangan yang telah mendorong lebih dari 500.000 terhadap warga Muslim Rohingya melarikan diri dari Rakhine.

”Otoritas Burma (Myanmar) tampaknya sudah menolak apa yang telah terjadi,” isi surat parlemen tersebut yang dilansir dari Reuters, Kamis (19/10/2017).

“Kami sangat mendesak Anda agar melakukan segala sesuatu yang bisa untuk memastikan perlindungan dan keamanan bagi mereka yang terjebak di Burma atau bersedia agar kembali. Lalu, juga menentang pemulangan paksa dari negara-negara tetangga yang di ungsi,” tambah surat parlemen AS.

Pemerintah Trump belum juga sama sekali merespons desakan parlemen tersebut. Washington diketahui sudah lama menurunkan embargo senjata kepada militer Myanmar. Namun, negara itu memperoleh juga senjata dari negara lain seperti China dan Israel. (redaksi)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Disarankan