Daftar Calon Tetap Anggota DPRD Kota Tangerang Pemilu 2019

Tanggapan PMII Kota Tangerang Soal Kaum Perempuan Zaman Now

0 91

KOTA TANGERANG,PenaMerdeka – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Nahdlatul Ulama (STISNU) menilai kaum perempuan di Indonesia masih dianggap ‘sebelah mata’ oleh sebagian kalangan.

Hal itu dapat dilihat dari maraknya kasus yang menimpa perempuan. Padahal, jaman milenial seperti saat ini, sudah tidak ada perbedaan menonjol diantara laki laki dan perempuan terutama dalam persoalan kebangsaan dan aktifitas sosial.

Sikap kaum perempuan terungkap saat Korp PMII Putri (Kopri) PMII Komisariat STISNU Tangerang menggelar Dialog Publik di Kampus STISNU Kota Tangerang, Sabtu (30/12/2017) lalu. Kegiatan dilakukan dalam rangka refleksi hari ibu 22 Desember 2017 lalu.

Hadir pada kegiatan itu, Kopri PMII Banten, Veby Yuanita, mantan pengurus Kopri PB PMII, Yeni Puri Wahyuni, para alumni PMII Kota Tangerang dan ratusan kader PMII putri STISNU.

Kegiatan yang bertajuk ‘dari perempuan cerdas melahirkan perempuan berkualitas’ berlangsung meriah. Apalagi, saat para aktifis wanita STISNU tersebut saling adu argumentasi soal karir yang tidak mudah diterima oleh masyarakat. Terutama masyarakat pinggiran.

Ketua Kopri Nuruwangimarotun, mengatakan, dalam kegiatan itu dilanjutkan dengan pemberian bunga dan sungkeman kepada ibu peserta langsung.

“Semoga kegiatan ini tidak hanya seremonial belaka untuk mengangkat perempuan artinya yang di rayakan dalam satu tahun sekali saja, dalam kegiatan ini diharapkan dapat memberikan banyak manfaat kepada para kader PMII PUTERI maupun mahasiswa dan mahasiswi zaman now agar lebih menghormati dan menyayangi orang tuanya terutama kepada ibu,” katanya.

Sementara itu, Narasumber yang juga mantan pengurus Kopri PB PMII, Yeni Puri Wahyuni mengatakan di era generasi melenial seperti saat ini, dibutuhkan kesadaran bagi kaum perempuan. Upaya itu dinilai mampu mengoptimalkan penghormatan anak kepada ibunya.

“Karena sosok ibu adalah orang yang tidak pernah mengenal tanda jasa, artinya ibu adalah pahlawan bagi anak anak nya yang membesarkan tanpa meminta balasan apapun. Bisa kita lihat perjuangan para wanita terutama ibu begitu besar dan berat dalam membesarkan dan mendidik anak-anaknya agar menjadi anak yang cerdas dan berkualitas,” ucapnya.

Ia menjelaskan, kaum perempuan sangat penting dalam mewujudkan keluarga yang bahagia dan sejahtera. Wanita adalah kaum yang sangat feminis.

“Adanya kesetaraan gender ini membuat perempuan setara atau sejajar. Artinya dalam peran fungsinya sama terhadap kaum adam,” ucapnya.

Kini menurutnya, bisa kita lihat kaum hawa sangat berpengaruh dalam urusan yaitu keluarga, budaya, ekonomi, politik bahkan sampai keranah parlemen atau pemerintah, hal ini membuat kaum perempuan agar generasi muda selanjutnya lebih berkualitas untuk menjawab tantangan zaman dan perubahan bangsa. (deden)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Disarankan
Loading...