Pileg 2019, Petani & Nelayan Kabupaten Serang: Butuh Dewan Pro Rakyat

Daddy Hartadi
0 68

KABUPATEN SERANG,PenaMerdeka – Nasib kaum petani dan nelayan sampai saat ini kerap terpinggirkan. Mereka butuh legislator alias dewan pro rakyat. Yaa, petani dan nelayan butuh wakil rakyat yang loyal membela kepentingan mereka.

Sekarang ini saja Laut yang menjadi ruang kelola milik nelayan mulai terganggu, akses terhadap laut menjadi terbatas lantaran adanya zonasi wilayah pesisir yang harus dibagi oleh zona pertambangan. Disebutkan, banyak regulasi yang tidak berpihak kepada profesi nelayan.

Lantas kenapa petani dan nelayan butuh anggota dewan pro rakyat. Sebab kebijakan mengeluarkan ijin pertambangan tersebut justru dianggap mematikan kehidupan nelayan karena rusaknya ekosistem perairan di laut.

Efeknya akibat hancurnya terumbu karang atau biota laut adalah penghasilan mereka ketika melaut merosot tajam. Ditambah pencemaran limbah industri yang mengganggu budidaya rumput laut mereka. Kondisi itu membuat nelayan petani rumput laut pun mengalami nasib serupa, penghasilannya anjlok menurun drastis. Mereka tidak berkutik pasrah dengan nasibnya.

Menurut Suhantor, salah seorang perwakilan nelayan Desa Kubang Puji, Kecamatan Pontang, Kabupaten Serang yang mengaku menggantungkan nasibnya dari profesi nelayan semakin tenggelam akibat sejumlah kebijakan yang merugikan dirinya, kini semakin dibelit kemiskinan. Karenanya butuh sosok ketika duduk di sebagai wakil rakyat menjadi refsentasi dewan pro rakyat.

“Menjadi harga mati bagi kami kaum nelayan untuk mendudukan wakil kami di legislatif pada pemilu 2019 nanti, kami butuh dewan yang mementingkan rakyat supaya nasib kami ada perubahan. Selama ini belum ada yang berbuat banyak memperjuangkan nasib kami sebagai nelayan,” ucap Suhantor, kepada PenaMerdeka.com, Senin (8/1/2017).

Kami kaum nelayan sepakat harus berhasil. Mendudukan wakil kami yang selama ini selalu memperjuangkan kaum nelayan, khususnya di Serang Utara.

Ketika ditanya terkait sosok yang pantas didukung pada 2019 mendatang, Suhantor menyebutkan Daddy Hartadi adalah kawan nelayan. Selama ini Daddy selalu gigih berada terdepan ketika berbicara soal nasib nelayan dan persoalan kelautan. Ini cerminan dewan pro rakyat.

“Bukan 1 atau dua tahun kang Daddy mendampingi kami, sudah bertahun tahun kami ditemaninya. Dia pemuda cerdas dan tangguh. ‘Kepalanya tidak pernah bisa dibeli’. Pasalnya selalu dicurahkan untuk memikirkan kami para nelayan di Serang Utara,” ujar Suhantor menegaskan.

Sementara lain lagi yang disampaikan Fahruri, nelayan asal Desa Lontar, Kecamatan Tirtayasa, Kabupaten Serang yang juga tercatat sebagai penggiat mangrove di Lontar. “Insya Allah Kang Daddy Hartadi bisa menjadi harapan kami ketika duduk menjadi anggota DPRD. Dia kami yakini bisa menjadi dewan pro rakyat terutama buat kepentingan petani dan nelayan. Dia bukan orang baru bagi kami, ribuan nelayan di Lontar mengenal Kang Daddy,” tuturnya optimis

Sementara dikabarkan pula bahwa sosok Daddy Hartadi ternyata bukan hanya familiar dikalangan nelayan, tapi dikenal juga dikalangan petani. Sebab selama ini Daddy dianggap andil atas kepentingan petani.

Aris Alfajar Sekretaris Gerakan Pemuda Tani Indonesia Kabupaten Serang menyampaikan, Daddy Hartadi menurutnya sudah menjadi milik semua, bukan hanya nelayan tapi juga petani. Ia sangat familiar dikalangan kelompok tani.

Karena selama ini juga konsen membangun pertanian jagung dengan memanfaatkan lahan lahan tidur. Petani menurut Aris kini merasa terbantu, karena petani mendapatkan manfaat bantuan program perluasan areal tanam jagung yang diperjuangkan kang Daddy. Bukan hanya di kalangan petani dan nelayan, sebagai pemuda yang membela kepentingan umat dia nantinya potensi menjadi dewan pro rakyat.

“Karena kerjanya kongkrit dan dirasakan oleh petani dan nelayan, tak salah jika dipilih menjadi perwakilan rakyat bagi kita. Apalagi ia juga sempat masuk kandidat pemuda inovator Kementerian Pertanian 2018 karena keberhasilannya membangun minat pemuda untuk pertanian jagung,” tandasnya. (rhn/arif)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Disarankan
Dwi Nopriandi
Ahmad Jazuli
Loading...