Perisai BPJS untuk ‘Masyarakat Tepi’ Kabupaten Bekasi

KABUPATEN BEKASI,PenaMerdeka – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Kabupaten Bekasi, memberikan sosialisasi program terbarunya yaitu Perisai BPJS (Penggerak jaminan sosial Indonesia). Keunggulan program asuransi ini lebih menekankan kepada ‘masyarakat tepi’ atau pedesaan yang tidak tersentuh dengan asuransi lain.

“Program ini lebih menekankan pada sistem kerjasama dengan masyarakat yang biasa disebut dengan kata agen,” kata Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Kabupaten Bekasi, Achmad Fatoni di Kabupaten Bekasi beberapa waktu lalu.

Menurut dia, dalam sistem keanggotaan untuk menjadi agen perisai BPJS ini tidak harus memiliki badan hukum. Ini memiliki artian bahwa seorang agen bisa dari golongan masyarakat biasa.

“Pada intinya menjadi anggota tersebut harus dapat bergerak secara fleksibel, dikarenakan peranannya lebih mengarah pada sistem pelayanan bagi calon maupun yang sudah terdaftar menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan,” ujar Achmad Fatoni.

Selain itu, lanjutnya dalam fungsi maupun tugasnya seorang agen harus menstimulus calon peserta agar dapat masuk menjadi anggota BPJS tersebut.

Seorang agen Perisai BPJS juga akan dibekali dengan kartu pengenal yang menyatakan sebagai anggota resmi. Ini bisa digunakan untuk masuk ke instansi atau perusahaan swasta guna melaksanakan kegiatan itu.

“Pada pola penggolongan seorang agen hanya diminta untuk mencari peserta yang terbagi menjadi tiga tipe, antaranya penerima upah, jasa konstruksi dan bukan pekerja,” imbuhnya.

Masih kata dia, tentu dengan adanya tiga tipe penggolongan tersebut akan memudahkan agen dalam menentukan pangsanya.

“Ini program Pemerintah Pusat untuk kesejahteraan rakyatnya,” tandasnya.

Upaya ini lebih menekankan pada cara atau sistem pelayanan masyarakat khususnya daerah tepi (menengah kebawah dan desa). Namun, Perisai BPJS lebih menekankan perekrutan untuk masyarakat golongan petani. Pasalnya, banyak pada kasus ini lantaran tidak tercover oleh asuransi lainnya.

“Tetapi bila mengikuti program Ketenagakerjaan maka petani tersebut cukup mrmbayar Rp36.800 dan peserta akan mendapatkan jaminan kematian dan hari tua dana pensiun,” ungkapnya.

Selain itu, Kata dia lagi, bila sudah melakukan kepersetaan selama lima tahun lebih maka akan ada anggaran berupa beasiswa yang lebih ditujukan untuk anaknya bila anggota meninggal dunia.

“Dan itu tentunya memiliki syarat yaitu bila sudah meninggal dan masih mempunyai keturunan yang bersekolah. Tetapi BPJS hanya memberikannya hingga strata satu (S-1),” terang dia.

Lanjut Fatoni menjelaskan, dalam upaya tersebut sekiranya dapat membantu dan kinerja BPJS Ketenagakerjaan bukanlah omongan biasa, melainkan bukti nyata.

“Tentunya dalam sistem menjadi seorang agen sudah jelas. Seorang calon agen Perisai BPJS dibekali dengan berbagai fasilitas dan pemberian pelatihan agar lebih terarah secara tugasnya,” pungkasnya. (EWWY)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Daftar Calon Sementara Anggota DPRD Kota Tangerang 2019

Disarankan
Dirgahayu RI 73 Jazuli Abdillah