Daftar Calon Tetap Anggota DPRD Kota Tangerang Pemilu 2019

Begini Cerita Pemuka Agama Kota Tangerang Yang Mengaku Diteror OTK

0 43

KOTA TANGERANG,PenaMerdeka – Issu penyerangan sejumlah pemuka agama dari orang tak dikenal (OTK) secara nasional dikabarkan juga terjadi di Kota Tangerang. Salah satunya Pimpinan Pesantren (Ponpes) di bilangan Neglasari, Kota Tangerang, ia mengaku khawatir lantaran ada seseorang yang sempay mondar mandir di pintu gerbang Ponpes miliknya.

Tepatnya pada Rabu (21/2/2018) lalu warga Karangsari, Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang memang sempat digegerkan adanya pria yang terlihat mondar mandir di depan Ponpes Al-Hasimiah.

KH Saiful Bahri, salah seorang pemuka agama Kota Tangerang dan pimpinan Ponpes Al-Hasimiah, kepada penamerdeka.com menerangkan, peristiwa itu terjadi pada Rabu malam (21/2/2018), saat kejadian berlangsung tepat pukul 21.00 WIB.

“Seorang pria setengah tua turun dari mobil sedan putih, kemudian mondar madir di depan gerbang pondok pesantren dan warung dekat pondok pesantren,” terang KH Saiful, Minggu (25/2/2018).

Karena curiga dengan gerak gerik orang tersebut dan adanya pemberitaan terror kepada pemuka agama di sejumlah daerah lantas ia beserta saudara dan warga menghampiri orang tak dikenal dan menayakan identitasnya.

“Ketika saya tanya, orang itu mengakui kalau dia turun dari mobil putih, namun ketika ditanya lagi pelanga plongo seperti orang stres,” jelas KH Saiful.

Lebih dalam ia mengatakan, malahan akibat geram orang tak dikenal tersebut hampir dihakimi warga.

“Karena belum jelas, saya menahan warga agar tidak main hakim sendiri, saya juga tidak ingin terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, maka saya menelpon Polsek Neglasari dan kini orang tersebut diamankan oleh pihak kepolisian,” paparnya.

Semenjak diamankan pihak kepolisian, sampai saat ini kata dia belum mengetahui modus dan kebenaran orang tersebut mengalami gangguan jiwa atau tidak.

“Lebih lanjut modus dan kebenaran orang tersebut gila atau tidak saya belum tahu, cuma saya rada heran masa ada orang gila penampilannya rapih dan kejadianya bisa serentak di beberapa daerah di Indonesia,” ungkap KH Saiful.

Akibat peristiwa itu, ia berharap kepada pihak kepolisian untuk lebih mendalami modus dari orang tersebut, sebab dampak dari isu aksi teror itu sangat meresahkan warga dan dapat membuat masyarakat saling curiga dan main hakim sendiri.

“Untuk penegak hukum saya harap bisa menyelesaikan permasalahan-permasalahan tersebut, dan MUI segera berkoordinasi dengan pemuka agama,” imbuh KH Saiful.

Pasalnya ia beralasan, agar issu ini terbantahkan dan masyarakat tidak mudah terprovokasi. Apalagi sampai main hakim sendiri ini bahaya, kedepan harapannya kondusifitas di Kota Tangerang bisa terus terjaga. (yuyu)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Disarankan
Loading...