100 Personel Polisi Amankan Sidang Penistaan Agama di Pandeglang

PANDEGLANG,PenaMerdeka – 100 orang personel kepolisian dari Polres Pandeglang diterjunkan untuk mengamankan sidang ketiga kasus dugaan penistaan agama warga Cibitung, dengan agenda mendengarkan keterangan para saksi-saksi.

Beberapa ormas pun hadir seperti, Front Pembela Islam (FPI) dan Laskar Pembela Islam (LPI). Namun, petugas polisi hanya mengizinkan 20 orang yang diperbolehkan masuk ke ruang sidang.

Kabag Ops Polres Pandeglang, Kompol Winarno menuturkan, dari 100 orang anggota yang melakukan pengamanan sidang penistaan agama itu dibagi kembali menjadi 3 kelompok.

Kelompok tersebut yakni, pertama bertugas mengamankan kemungkinan pengunjuk rasa dan parkiran, kelompok kedua bertugas mengamankan pintu masuk dan menggeledah para tamu yang akan datang dan terakhir kelompok yang berjaga di ruang sidang.

“Pada sidang ini, ada sekitar 100 orang personel yang di bagi menjadi 3 kelompok, pertama mengarahkan unjuk rasa dan parkiran, kedua untuk mengamankan pintu masuk, memeriksa dan menggeledah, terakhir mengamankan di ruang sidang,” ujarnya, Selasa (6/3/2018).

Ia menjelaskan, Pihaknya juga menempatkan anggota kepolisian yang berpakaian preman. Untuk mengantisipasi hal-hal yang tak diinginkan, Polres Pandeglang juga menempatkan anggota dengan senjata laras panjang.

“Di ruang sidang ada 10 personel, yang berpakaian dinas ada 10 orang dan berpakaian preman 5 orang, ada beberapa juga yang di persenjatai lengkap,” jelasnya.

Kabag Ops juga menghimbau kepada warga yang hadir agar tidak membuat kegaduhan, sehingga tidak menggangu jalannya proses persidangan.

“Pihak manapun tidak ada yang bikin gaduh di sidang penistaan agama ini, ikuti prosesi kegiatan sidang supaya semuanya berjalan lancar,” imbuhnya. (uki)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Daftar Calon Sementara Anggota DPRD Kota Tangerang 2019

Disarankan
Dirgahayu RI 73 Jazuli Abdillah