penamerdeka.com – Soal kasus Ustad Solmed dan panitia penyelenggara Isro Miroj di Cinangka dan Kecamatan Bandung Kabupaten Serang kedua belah pihak sempat menyatakan bahwa kisruh berkepanjangan ini harus berujung islah alias damai.

Kendati Ikhsan Syahban yang belakangan disebut sebagai manejemen Solmed, menurut sejumlah pihak harus dihadirkan.

Kabar yang beredar bahwa Ihksan Syahban disebut sebagai perwakilan manajemen Ustad Solmed pada setiap acara ceramah di sejumlah daerah. Meskipun Solmed sempat menyangkal bahwa Ikhsan bukan bagian manejemennya.

Tetapi kedua kuasa hukum menyatakan bahwa Ikhsan Syahban dan Asep Ubaidilah harus duduk bareng mengklarifikasi persoalan. Lantaran sejak sebelum proses acara itu berlangsung Ikhsan juga dianggap paling mengetahui persoalannya.

Hotman Paris Hutapea yang kini juga bareng bersama pengacara Iwan Setiawan menangani kasus ini menilai bahwa persoalan ini hanya salah faham saja antara pihak penyelenggara dengan UStadz Solmed. Hotman Paris menyatakan bahwa persoalan ini memang cenderung mengarah ke persoalan bisnis semata.

Tetapi Hotman menyarankan sebelum melaporkan perkara ini ke polisi, Solmed disarankannya melakukan mediasi dengan pihak panitia.

Sementara itu, Hendra Setiawan kuasa hukum Ustad Solmed lainnya dalam kasus ini kepada Pena Merdeka mengatakan, bahwa persoalan ini ditenggarai karena ada kesalahpahaman saja.

Tetapi menurutnya, Ikhsan Syahban harus dipertemukan untuk melerai masalah ini. Karena kata Iwan, Ikhsan mengetahui perjanjian yang dibuat antara panitia dan manejemen Ustad Solmed.

“Jadi jangan sampai tidak ada titiktemunya. Kita harus close (tutup, red) persoalan ini. Panitia dan Ikhsan harus memberikan klarifikasi sehingga ada kejelasan duduk masalahnya. Kalau saya pribadi mengharapkan persoalan ini jangan berkepanjangan,” kata Hendra.

Sementara Ismail Fahmi kuasa hukum warga dan panitia Isra Miraj Pasauran, Kecamatan Cinangka dan Kecamatan Bandung, Serang, Banten, atas nama klien tetap membela meski apapun yang terjadi. Tetapi kami sejatinya hampir senada dengan peryataan pihak Solmed.

“Jadi menurut saya kalau pun nanti ada islah, Ikhsan Syahban harus dihadirkan. Karena inti permasalahan ada pada Ikhsan,” kata Ismail, Jumat (20/5).

Bisa jadi kata pria berpenampilan kepala plontos ini lebih dalam mengutarakan, karena selama ini selain acara yang di Pasauran pada (29/5/2016) silam pesanan ceramah Ustad Solmed ditempat lain disinyalir melalui Ikhsan juga.

Kalau terkait islah yang sengaja nanti kedua belah pihak bisa gelontorkan itu juga menjadi solusi supaya persoalan ini tidak semakin kisruh. “Tidak mungkin persoalan ini mencuat dan sekarang terkesan kisruh ketika tidak disulut lebih dahulu,” ucapnya menegaskan.

Berbicara soal pembelaan kepada kliennya ia beralasan, bahwa ada tanggung jawab sebagai warga Banten ketika dituding melakukan hal yang anarkis.

“Saya tetap bertahan sebaga kuasa hukum warga dan panitia Isro Miraj ketika genderang perang masih dilontarkan Ustad Solmed, jika ini terus berlanjut saya selalu siap. Tapi kalau ada solusi lain yang harus diselesaikan untuk kebaikan bersama saya juga tidak kaku,” kata Ismail. (wahyudi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *