Terkait kaburnya tahanan kasus narkoba Kejaksaan Negri (Kejari) Tangerang atas nama Dodi Slamet pada Rabu (22/06/2016) lalu, Andri Wiranofa Kasi Pidana Umum (Kasipidum) Kejari Tangerang mengaku bahwa pihaknya sudah menjalankan prosedur sesuai Peraturan Jaksa Agung RI No.PER-005/A/JA/03/2013 Tentang Pengawalan dan Pengamanan Tahanan.
“Kita sudah patuh dan tunduk pada SOP kok,” ungkapnya.
Andri menjelaskan SOP yang dimaksud adalah, saat menjalani sidang tahanan dikawal oleh kepolisian, jaksa dan petugas keamanan pengadilan.
Bahkan dalam proses pengawalan tahanan, dalam hal ini minimal dijaga oleh dua orang yang dilakukan oleh jaksa, polisi serta pihak pengadilan.
“Jadi sama seperti kesebelasan, tanggung jawab pengamanan dibawah kepolisian, kejaksaan, pengadilan. Itu tidak bisa dikotak-kotakkan,” jelasnya.
Sedangkan para tahanan yang akan menjalani sidang lanjut Andri, wajib menggunakan baju tahanan yang diberikan oleh kejaksaan. Tahanan harus diborgol dari ruang tahanan pengadilan hingga masuk ke ruang sidang, namun ketika di dalam ruangan sidang para tahanan harus dibebaskan dari borgol.
“Kalau dalam proses persidangan harus bebas dari borgol karena kalau tidak bisa melanggar ketentuan Hak Asasi Manusia (HAM), kalau itu dilanggar akan salah lagi kita,” ucapnya menegaskan.
Soal adanya sistem pengawalan kedepan, Andri menyebut tidak ada yang perlu dievaluasi karena seluruhnya sudah sesuai dengan SOP yang berlaku.
“Loh apanya yang mau di evaluasi? Jaksa kan bertindak sudah sesuai SOP kok,” ujar Andri.
Sementara Jonter Banuarea Kasatnarkoba Polres Metro Tangerang Kota ketika dikonfirmasi Pena Merdeka kasus seorang tahanan yang melarikan diri saat sidang mengawal jaksa tanpa melibatkan aparat kepolisian.
“Begitu terdakwa tersebut minta ijin ke toilet diantar oleh jaksa perempuan semestinya kalau tahanan pria yang mengawal adalah jaksa laki laki dong bukan perempuan,” ucapnya.
Sampai saat ini kami bentuk tim untuk melakukan pemburuan dan pengejaran terhadap tahanan Dodi Slamet yang berasal dari Perkebunan Citarik, Tonjong, Kabupaten Pelabuhan Ratu, Jawa Barat.
“Sampai saat ini masih dalam pencarian,” ungkapnya. (herman)







