AS Diduga Kuat Lakukan Pemufakatan Jahat Sembunyikan Tahanan Dodi

Cerita pelarian Dodi Slamet seorang terdakwa kasus narkoba yang kabur saat menjalani sidang di Pengadilan Negeri Tangerang pada Rabu (22/06/2016) pekan lalu ternyata adalah Sugianto alias Abdul Salim (AS) kakak kandung terdakwa yang disinyalir dibalik sepekan masa persembunyiannya.

Dari penyelidikan diketahui bahwa terdakwa Dodi dalam persembunyiannya kerap komunikasi via telepon dengan Sugianto. Dari pelacakan percakapan via seluler itu, pihak kepolisian kemudian berhasil menangkap Sugianto di rumahnya di Kampung Selon, Desa Kaliasih, Kecamataan Sukamulya, Kabupaten Tangerang sekitar pukul 02.00 WIB.

Kemudian dari informasi yang didapat dari Sugianto, ia mengaku sengaja menitipkan Dodi di rumah rekannya di Kampung Pabuaran Desa Bumi Ayu, Kecamatan Balaraja, Kabupaten Tangerang.

Akhirnya Dodi tanpa perlawanan berhasil diciduk disebuah gubuk Rabu (29/6) kemarin.

Saat ini kata Kasat Narkoba Polres Metro Tangerang Kota, AKBP Jonter Banuare kepada Pena Merdeka Rabu (29/6) terkait keterlibatan dalam persembunyian terdakwa bahwa terhadap Sugiyanto masih dilakukan pemeriksaan secara intensif.

Sugianto kata Jonter, diduga kuat melakukan pemufakatan jahat dengan membantu seorang terdakwa yang melarikan diri.

“Terdakwa Dodi sudah langsung kami serahkan Kejari Tangerang, sementara Sugianto masih kami periksa, kami penuhi dulu unsurnya (pidana-red),” ujarnya.

Menurut Jonter, dari hasil rekonstruksi, terdakwa Dodi sudah lama mempersiapkan aksi kaburnya. Untuk itu ia telah mempelajari segala sudut ruangan Pengadilan. Pihaknya belum menemukan bukti hafalnya keterlibatan orang lain yang ikut membantu dalam pelariannya.

“Dia melakukannya sendirian, karena sudah mengetahui seluk beluk ruang Pengadilan, dan saat itu memang Pengadilan selain sedang banyak melakukan proses sidang tapi gedung tersebut dalam tahap renovasi,” ujarnya.

Saat kabur kata Jonter tidak ada komunikasi via telpon dan tidak ada pula yang berusaha menjemputnya saat kabur dari proses sidang yang akan berlangsung.

“Pas kita tanya dia menggunakan angkot tidak dijemput oleh siapapun,” katanya menegaskan.

Dari catatan kriminal yang berhasil dihimpun, Dodi Slamet merupakan pengedar narkoba yang diringkus oleh Sat Narkoba Polres Metro Tangerang Kota.

Saat mendekam di tahanan polres, anggotanya kemudian mengendus adanya keterlibatan istrinya dalam mengendalikan bisnis haramnya sepeninggalan Dodi.

“Benar saja, tak lama dari penangkapan itu, istrinya yang bernama Siti diciduk tengah mengedarkan narkoba. Istrinya saat dodi masih menjadi tahanan Polres bahkan kerap menjenguknya. Sekarang ini Istrinya tengah dalam pemberkasan, dia ditahan di Lapas Anak Wanita, sebentar lagi P21,” tandas Jonter.

Makanya kata Jonter, keduanya dijerat dengan Undang undang yang sama sebagai pengedar. Tetapi untuk kasus Dodi pasti akan diberatkan hukumannya lantaran berusaha kabur.

Semua pihak kata Jonter telah melakukan upaya maksimal dalam operasi penangkapan Dodi. (herman)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Disarankan
Loading...