Jazuli Abdillah Selamat Idul Fitri

Penting! Ini Penjelasan DPUPR Kota Tangerang Soal Penerapan ‘Polisi Tidur’

KOTA TANGERANG,PenaMerdeka – Penyelenggaraan rambu lalu lintas di Kota Tangerang diatur dalam Peraturan Daerah. Termasuk pengaturan ‘speed trap’ atau yang kerap disebut kebanyakan masyarakat ‘polisi tidur’.

Sebab Menurut Muhammad Ichsan, Kasi Pembangunan Jalan Dinas PUPR Kota Tangerang, sebagai pengguna jalan tak asing dengan ‘gundukan’ yang sering dijumpai di jalanan sehingga membuat laju kendaraan menjadi lebih lambat.

“Terdapat beberapa aturan terkait ‘polisi tidur’. Di wilayah yang berbeda, mungkin beda juga aturan hukum yang mengaturnya,” ucap Ichsan kepada wartawan, Selasa (22/5/2018).

Tetapi terdapat aturan hukum yang pasti sama dan berlaku untuk semua wilayah di Indonesia yaitu diberlakukannya Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Ditambah lagi kata Ichsan adanya Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 3 Tahun 1994 Tentang Alat Pengendali dan Pengaman Pemakai Jalan.

Untuk Kota Tangerang, turunan mengenai aturan penerapan polisi tidur dituangkan dalam Peraturan Daerah Kota Tangerang Nomor 10 Tahun 2002 Tentang Penyelenggaraan Lalu Lintas Jalan.

“Dari aturan tersebut bahwa yang dimaksud speed trap itulah sebutan resmi,’’ ungkap Ichsan.

Ia menlanjutkan, yang tertera pada Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan memang tidak disebutkan secara khusus mengenai siapa yang berhak memasang Speed Trap tersebut. Tetapi dapat dilihat pada aturan di bawahnya yaitu Peraturan Daerah Kota Tangerang No. 10 Tahun 2002 Tentang Penyelenggaraan Lalu Lintas Jalan.

Siapapun, baik Instansi, Badan Hukum, Organisasi atau Perorangan dilarang membuat atau memasang Tanggul Pengaman Jalan Speed Trap (alat pembatas kecepatan kendaraan) (Pasal 19 Ayat 1b).

“Tetapi ada pengecualian untuk ayat 1. Sehingga dapat dilaksanakan penerapan polisi tidur setelah mendapat persetujuan Dinas, dalam hal ini Dinas Perhubungan Kota Tangerang. Artinya sebetulnya siapapun bisa membuat Speed Trap ini dengan syarat telah mengantongi izin sebelumnya.”

Lalu kata Ichsan, setelah mendapatkan izin dari Dishub Kota Tangerang lantas dapat dibuat seenaknya?

Ketentuan mengenai bentuk, ukuran dan ketentuan lainnya mengenai Speed Trap diatur dalam Keputusan Menteri Perhubungan No. 3 Tahun 1994 Tentang Alat Pengendali dan Pengaman Pemakai Jalan.

Speed Trap atau polisi tidur dapat ditempatkan pada jalan lingkungan pemukiman, jalan lokal yang mempunyai kelas jalan III C, pada jalan-jalan yang sedang dilakukan pekerjaan konstruksi (Pasal 4 Ayat 1). Penempatan Speed Trap pada jalur lalu lintas harus diberi tanda berupa garis serong dari cat berwarna putih (Pasal 5 Ayat 2).

Bentuk penampang Speed Trap menyerupai trapesium dan bagian yang menonjol di atas badan jalan maksimum 12 cm (Pasal 6 Ayat 1).

“Penampang sebagaimana dimaksud dalam ayat 1, kedua sisi miringnya mempunyai kelandaian yang sama maksimum 15% ini terangkum dalam Pasal 6 Ayat 2,” ungkap Ichsan.

Lebar mendatar bagian atas sebagaimana dimaksud dalam ayat 1, proporsional dengan bagian menonjol di atas badan jalan dan minimum 15 cm (Pasal 6 Ayat 3).

Lebih dalam menurut Ichsan, material yang dapat digunakan untuk membuat Speed Trap atau polisi tidur yaitu bahan yang sesuai dengan bahan dari badan jalan, karet atau bahan lainnya yang mempunyai pengaruh yang serupa (Pasal 7 Ayat 1).

Ada konsekuensi yang harus diterima menurut Peraturan Daerah Kota Tangerang No. 22 Tahun 2010 Tentang Penyelenggaraan Lalu Lintas Jalan Pasal 26, yaitu: 1. Barang siapa melanggar Pasal 3, Pasal 4, Pasal 5 ayat (2) Pasal 6, Pasal 8 ayat (1) dan ayat (2), Pasal 9, Pasal 16, Pasal 18 ayat (2), Pasal 18 ayat (3), Pasal 18 ayat (4), Pasal 19, Pasal 24 dan Pasal 25 Peraturan Daerah ini diancam pidana kurungan selama-lamanya 3 (tiga) bulan atau denda setinggi-tingginya Rp. 5.000.000,- dan dikenakan sanksi pencabutan atau pembongkaran;

“Sementara yang dimaksud pada nomor 2 adalah soal tindak pidana sebagaimana dimaksud pada ayat (1) pasal ini, adalah pelanggaran,” tandas Ichsan. (ADV)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Disarankan