Sejumlah vaksin palsu yang ditemukan di fasilitas kesehatan di RSIA Mutiara Bunda Jalan H. Mencong, Paninggilan Utara, Kecamatan Ciledug Kota Tangerang seperti yang diliris oleh Kemenkes RI merupakan jenis Tripacell hasil produksi PT Sanofi Pasteur, Bandung Jawa Barat.

Seharusnya dalam vaksin tersebut mengandung Toksoid Difteri, Toksoid Tetanus, dan Vaksin Aseluler namun berdasarkan hasil uji laboratorium ternyata mengandung Na dan Cl, serta vaksin Hepatitis B.

Menurut Nila, Badan Pengawas Obat dan Makanan menemukan empat vaksin palsu dari total 39 sampel vaksin. Sedangkan kandungan 35 jenis vaksin lainnya secara kualitatif sama dengan vaksin yang seharusnya. “39 sampel vaksin diambil dari 37 Fasilitas Kesehatan di sembilan provinsi di Indonesia,” kata Nila di Gedung DPR, Jakarta (14/7).

Toniman K SpA, Penanggung Jawab Vaksinasi Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Mutiara Bunda mengaku tidak bisa membedakan mana vaksin sebenarnya dengan vaksin yang palsu.

Semuanya mirip, enggak bisa dibedakan. Dokter enggak bisa membedakan, yang bisa bedain cuma BPOM,” kata Toniman kepada Kompas.com, Jumat (15/7/2016).

Sejumlah rumah sakit dan klinik yang kedapatan terdistribusi vaksin palsu di wilayah Banten diberitakan sebelumnya dari temuan Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Provinsi Banten banyak ditemukan di wilayah Tangerang Raya.

BPOM Provinsi Banten sendiri sedang melaporkan fasilitas pelayanan kesehatan yang kedapatan menggunakan vaksin palsu tersebut ke Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat, kata Kasruri, Kepala Balai POM Provinsi Banten, beberapa waktu lalu.

“Tadi saya sampaikan bahwa sarana pelayanan kesehatan dalam pengadaan sedia farmasi ini harus dari PBF (pedagang besar farmasi) resmi tidak boleh dari PBF ilegal atau sales freelance,” kata Kashuri beberapa waktu lalu.

Jika terbukti fasilitas kesehatan tersebut secara sengaja dilakukan oleh oknum tersebut maka kami akan serahkan ke Dinkes untuk diberikan sanksi. Sebenarnya, lanjut Kashuri, bukan vaksin palsu yang ditemukan tapi fasilitas kesehatan tersebut ilegal dalam menyediakan vaksin tersebut.

Untuk diketahui Balai POM Provinsi Banten menemukan vaksin yang beredar secara ilegal di 11 rumah sakit dan 1 klinik di wilayah Banten. Dari 12 fasilitas kesehatan itu semuanya berlokasi di Tangerang. Diantaranya 5 rumah sakit di Kota Tangerang Selatan, 4 rumah sakit di Kota Tangerang, dan 2 rumah sakit serta satu klinik di Kabupaten Tangerang.

Sementara itu, Kasat Narkoba Polres Metro Tangerang Kota, AKBP Jonter Banuarea ketika dikonfirmasi terkait adanya sejumlah rumah sakit yang kedapatan terdistribusi atau menggunakan vaksin palsu temuan BPOM mengaku bahwa pihaknya selama ini belum mendapat kabar dari pihak terkait, ucapnya beberapa hari lalu.

Menurutnya sampai sejauh ini belum ada koordinasi dari Dinas Kesehatan Kota Tangerang. “Belum disampaikan oleh yang terkait soal temuan itu meskipun ada di wilayah Polres Metro Tangerang Kota. Tunggu koordinasi dahulu mas,” tandasnya menjelaskan. (herman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *