STOCKHOLM,PenaMerdeka – Masjid raksasa dengan 18 kubah sudah diizinkan dibangun di salah satu distrik yang didominasi imigran di Stockholm, Swedia. Rencana pembangunan ini sempat dikecam sejumlah kalangan lantaran sumber dana dari donasi asing, seperti Arab Saudi.

Bangunan tempat ibadah umat Islam ini bakal berdiri di atas lahan seluas 5.000 meter persegi. Distrik tempat masjid dibangun itu dikenal sangat rentan dengan kejahatan. Total biaya proyek pembangunan tempat ibadah ini diketahui dibutuhkan SEK100 juta atau lebih dari sekitar Rp159 miliar.

“Perusahaan konstruksi NCC serta yayasan penggalangan dana Rinkeby bekerja sama suapaya membangun sebuah Masjid raksasa 18 kubah di Distrik Rinkeby di barat laut Stockholm,” tulis pernyataan perusahaan konstruksi dalam siaran pers-nya.

Menurut proposal desain oleh arsitek Johan Celsing, tempat ibadah ini mempunyai luas 5.000 meter persegi. Bangunan masjid ini mencakup dengan ruang doa, ruang kelas, kafe dan pusat kebugaran. Desain sampai kini masih tahap pengerjaan.

“Penduduk lokal sudah lama merindukan sebuah masjid. Tak ada yang mengeluh atau mengajukan banding keputusan ini, hanya ada kekuatan dan sukacita atas pembentukan spiritual yang bakal datang,” papar Ibrahim Bouraleh dari yayasan Muslim tersebut kepada penyiar stasiun televisi SVT.

Menurut Bouraleh, tempat ibadah umat muslim ini akan menghadap ke kota suci Islam, Makkah, Arab Saudi. Sehingga berbeda dengan bangunan dari biasa di jalan-jalan kota. Upaya pengajuan izin pembangunan sudah dilakukan selama beberapa tahun. Dana yang telah tersedia sejauh ini sekitar SEK3 juta.

“Selama delapan tahun belakangan ini, kami sudah berusaha menggalang pendanaan, namun sekarang kami sudah dekat,” papar Bouraleh.

Bouraleh mengakui bahwa rencana pembangunan masjid raksasa 18 kubah ini sempat dikecam karena donasi asing, termasuk dari Arab Saudi. Namun, kali ini masalah sudah selesai. (PenaMer)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *