Memperkara Sengkarut PTSL Tangsel

KOTA TANGSEL,PenaMerdeka – Ada apa dengan program Pengurusan program nasional Pendaftaran Tanah Sistematis dan Lengkap (PTSL) tahun 2017 di Kota Tangsel. Sebab, program PTSL Tangsel khususnya di Kecamatan Setu, dinilai hingga sekarang ‘mangkrak’ belum terselesaikan.

Meskipun warga pemohon PTSL sudah menyerahkan kelengkapan seluruh berkas persyaratan, namun hingga Agustus 2018 dikabarkan belum mendapat kejelasan keluarnya sertifikat dari ATR/BPN Kota Tangsel.

Tangerang Public Transparency Watch (TRUTH) menilai persoalan pelaksanaan PTSL Tangsel tahun 2017 mengantongi sejumlah bermasalah.

“Tahun 2017 tidak jelas dan bermasalah. Sebab seluruh berkas warga dan tahapan proses sudah diserahkan, proses akhir adalah keluarnya Peta bidang tanah pada Januari 2018. Tapi sampai sekarang tidak ada kejelasan sudah sampai mana? Sebagian kecil saja yang sudah menerima, yang lainnya belum menerima,” Jupry Nugroho, Koordinator Divisi Advokasi dan Investigasi TRUTH, ketika dikonfirmasi penamerdeka.com, Selasa (7/8/2018).

Berdasarkan informasi dari warga, secara umum PTSL Tangsel ada beberapa persoalan serius termasuk indikasi adanya pungutan liar (pungli).

“Warga sabngat menanti haknya tapi kenapa kerjanya lambat, dan kami menilai indikasi sarat koruptif. Adanya PTSL Tahun 2017 ini menunjukan Kantor ATR/BPN Tangsel tidak serius menjalankan program Nawa Cita Presiden Jokowi,” tandas Jupri (redaksi)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Daftar Calon Sementara Anggota DPRD Kota Tangerang 2019

Disarankan
Dirgahayu RI 73 Jazuli Abdillah