Darurat TPA Cipeucang Serpong Tangsel, Potensi Longsor Lagi?

AKTIVIS LINGKUNGAN: PEMKOT TANGSEL HARUS BERGEGAS

KOTA TANGSEL,PenaMerdeka – Belajar peristiwa Mei 2020, Aktivis Lingkungan Hidup dan Penggiat Pelestari Sungai Cisadane, Ade Yunus, mendesak Pemkot Tangerang Selatan (Tangsel) bergegas mengambil tindakan terkait kondisi TPA Cipeucang, Serpong Kota Tangsel saat ini.

Ade Yunus menyebut menyusul penghentian proyek pengiriman sampah Tangsel ke TPA Cilowong, Kota Serang beban sampah di TPA Cipeucang menumpuk. Hal ini berakibat potensi bakal longsor kembali.

Karenanya Ade Yunus meminta Pemkot Tangsel mengambil langkah preventif supaya kejadian longsor tahun 2020 lalu itu tidak terulang. 

Pasalnya, persoalan ini bisa disebut darurat lantaran akan berdampak kondisi lingkungan sungai Cisadane. Sungai mempunyai hajat hidup orang banyak sehingga dalam kondisi ini harus bersifat cepat, cegah dengan langkah yang tepat. 

Menurutnya, jumlah sampah yang menggunung juga bisa dilihat dari kondisi TPA Cipeucang dengan antrian armada pengangkut sampah.

“Setiap bulan memang rutin kita melakukan monitoring TPA Cipeucang, dan kondisi di pekan terakhir kali ini sangat mengkhawatirkan potensi longsor kembali ke Sungai Cisadane,” ujarnya kepada penamerdeka.com, Rabu (14/9/2022).

Untuk itu, Ade yang juga Ketua Banksasuci (Bank Sampah Sungai Cisadane), meminta Pemkot Tangsel untuk segera belajar dari pengalaman lalu.

images (10) (24)
TPA Cipeucang saat jebol, sampah masuk ke Sungai Cisadane.

“Pemkot Tangsel tentu sudah belajar (longsor TPA Cipeucang pada Mei 2020 lalu). Banyak cara meminimalisir tumpukan sampah. Salah satunya memaksimalkan TPS3R di Setiap kecamatan dengan fasilitas Incenerator, Mesin Pencacah dan Pengolah Sampah Organik serta Berdayakan Bank Sampah diwilayah,” tambahnya.

Disinggung terkait wacana Pemkot Tangsel menerapkan Teknologi PSEL (Pembangkit Sampah Energi Listrik) dan Menunggu TPA Regional di Maja Lebak, Ade minta Pemkot untuk lebih mengambil tindakan realistis, cepat dan terarah.

“Penerapan PSEL itu tidak semudah mengembalikan telapak tangan, butuh proses dan waktu, Kota Tangerang yang jelas sudah MoU PSEL hingga saat ini progresnya masih berkutat pada kajian dan administrasi, apalagi Tangsel, nah terus gak usah nunggu TPA Regional di Maja Lebak, keburu habis masa jabatan Kepala Daerahnya, sekali lagi fokus saja sama Pengurangan di sumber, lengkapi fasilitas TPS3R,” jelas Ade.

Untuk diketahui, Ade bersama sejumlah Aktivis Lingkungan Hidup yang tergabung di Banksasuci Foundation lembaga yang concern pada Pelestarian Sungai Cisadane, dan pada tragedi longsor TPA Cipeucang 2020 lalu disibukan dengan aksi membersihkan sampah dampak dari Longsoran TPA Cipeucang, Serpong Kota Tangerang Selatan. (guh/red)

Disarankan
Click To Comments