Peneliti Australia Ungkap Fakta Mengejutkan Tentang Pengaruh Musik Metal

JAKARTA,PenaMerdeka – Penelitian yang dilakukan oleh Leah Sharman dan Dr Genevieve Dingle dari Fakulitas Psikologi University of Queebsland, Australia pada tahun 2015 lalu, ungkap fakta mengejutkan tentang musik metal.

Seperti musik heavy metal sering kali dianggap sebagai pemicu sikap agresif, berbahaya, dan penuh amarah. Tapi ternyata, sebuah penelitian justru menampik pendapat tersebut.

Untuk mendapat temuan ini, para peneliti merekrut 39 penggemar musik metal. Para peserta diberi induksi kemarahan selama 16 menit dengan topik yang menyakiti hati mereka seperti masalah hubungan atau keuangan.

“Ketika marah dan anda mendengarkan sesuatu yang sangat membangkitkan semangat, itu akan sesuai dengan keadaan emosi anda,” terang Sharman seperti dilansir Indy100.

Penelitian lain tentang hal ini diterbitkan dalam Jurnal of Community Psychology pada Januari 2018. Penelitian terbaru ini, Paula Rowe dan Bernard Guerin dari University of Sauth Australia berbincang dengan 28 remaja berusia 18 hingga 24 tahun, dan merka semua pernah mengalami bullying di sekolah.

“Dengan berbicara berulang kali secara langsung dengan para penggemar heavy metal muda, ditemukan bahwa identitas metal membantu mereka menghadapi tantangan,” ucap peneliti.

Dia melanjutkan, tantangan itu datang lingkungan dan membangun identitas serta komunitas yang kuat dan berkelanjutan, sehingga merngurangi potensi masalah kesehatan mental.

Ternyata, identitas dan komunitas musik metal membantu mereka menemukan teman dan menahan pengganggu.

Meski begitu, para peneliti juga mengingatkan, untuk tidak terlalu sering melakukan headbang. Itu karena ditakutkan hal tersebut menyebabkan sakit kepala dan pusing. (aputra/dbs)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Daftar Calon Sementara Anggota DPRD Kota Tangerang 2019

Dirgahayu RI 73 Jazuli Abdillah