KOTA TANGERANG,PenaMerdeka – Dalam upaya meningkatkan kembali tradisi mendongeng yang dilakukan ibu kepada anaknya, Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang melalui Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) menggelar lomba dongeng tingkat ibu-ibu kader PKK.
Berlangsung dari tanggal 27 sampai dengan 28 Agustus 2018, di lantai empat Gedung Perpus dan Arsip Daerah, lomba yang diikuti seluruh Kader Pengerak PKK Kota Tangerang, nampak hadir ketua PKK Kota Tangerang, Aini Suci Arief R Wismansyah.
Meita Bachraeni, Plt Kepala DPAD Kota Tangerang mengatakan, dijadikannya ibu kader PKK sebagai peserta lomba dongeng guna memaksimalkan peran ibu dalam menyampaikan informasi dan kegemaran membaca kepada anak-anak. Menurutnya upaya ini bagian dari mendukung program Tangerang Smart City.
“Kami harapkan melalui lomba ini dapat mendorong keluarga menghasilkan generasi yang cerdas dan berkualitas sehingga kedepannya menjadi bagian dari SDM penerus pembangunan Kota Tangerang,” terang Meita, Sabtu (27/8/2018).
Meita menambahkan, kegiatan lomba dongeng tersebut, merupakan event pertama kali diadakan oleh DPAD, guna meningkatkan minat membaca pada anak usia dini.
“Ini merupakan yang pertama diadakan, tujuannya untuk meningkatkan minat baca anak usia dini,” jelasnya.
Lebih dalam Meita mengatakan, saat ini minat baca di Kota Tangerang masih rendah, dari jumlah penduduk sebanyak lebih kurang hampir 2 juta penduduk, minat baca masih diangka 500 sampai 700 orang yang memiliki minat baca.
“Padahal Pemerintah sudah menyediakan tempat membaca, selain di Perpustakan Daerah, Pemerintah juga menyediakan Perpustakaan di tiap-tiap Kecamatan dan sebanyak 32 unit Perpustakaan keliling,” ungkapnya.
Sementara Aini Suci memberikan apresiasi dengan adanya lomba dongeng yang diadakan oleh DPAD Kota Tangerang, sebab melalui dongeng bisa dapat memberikan motivasi untuk meningkatkan minat dan partisipasi membaca kepada anak-anak.
“Orang tua adalah model bagi anak-anaknya, jadi kegemaran membaca kalau kita bawa kerumah akan menghadirkan kebiasaan baik untuk anak, dapat dimulai dari anak usia dini dengan membacakan dongeng lalu diajak membaca sendiri,” pungkas Aini Suci. (advetorial)







