MOSKOW,PenaMerdeka – Rusia bakal menggelar latihan perang terbesar usai Perang Dingin berakhir. Aliansi Pertahanan Atlantik Utara (NATO) akan memantau manuver militer langsung besar-besaran tersebut
Seperti diketahui, kegiatan itu bakal berlangsung pada 11 hingga dengan 15 September 2018 mendatang. Kegiatan itu dinamai sebagai Vostok-2018, tentara China dan Mongolia turut serta dilibatkan.
Sergei Shoigu, Menteri Pertahanan Rusia mengatakan, hampir 300.000 pasukan akan dikerahkan dalam latihan perang terbesar di wilayah Rusia tengah dan timur. Lebih dari 1.000 pesawat militer, dua armada laut Rusia juga bakal dilibatkan.
“Itu berada dalam skala yang belum pernah terjadi, baik dalam hal wilayah yang dicakup maupun dalam hal jumlah kekuatan militer,” terang Sergei, Rabu (29/8/2018).
Melansir daei Reuters, sebanyak 36.000 peralatan militer yang bergerak bersama tank, pengangkut personel lapis baja, kendaraan tempur infanteri. Menurutnya, kondisi seperti itu sangat memungkinkan dengan pertempuran.
Kegiatan itu berlangsung saat ketegangan antara Barat dan Rusia sedang memanas. Moskow sudah menyatakan keprihatinannya dengan penumpukan kekuatan NATO di dekat wilayah negara yang dipimpin Presiden Vladimir Putin.
NATO berdalih ingin meningkatkan kekuatannya di Eropa Timur agar menghalangi aksi militer Rusia usai Moskow menganeksasi Crimea dari Ukraina pada 2014 dan mendukung pemberontakan pro-Rusia di Ukraina timur.
Latihan perang terbesar Rusia itu juga cenderung mengecewakan Jepang, yang sebelumnya sangat mengeluhkan penumpukan kekuatan militer Rusia di Asia-Pasifik. (uki/dbs)







