Daftar Calon Tetap Anggota DPRD Kota Tangerang Pemilu 2019

Sindikat Penipuan Berkedok Surat Berharga Diringkus Polrestro Tangerang Kota

47

KOTA TANGERANG,PenaMerdeka – Jajaran Polres Metro Tangerang Kota berhasil meringkus sindikat penipuan berkedok surat berharga dan undian.

Dari penipuan tersebut, pelaku berhasil mengelabui Korban Murhayati (40) dan Samsuri (43) warga Kecamatan Neglasari Kota Tangerang pada hari Senin (20/8/2018).

Kombes Harry Kurniawan, Kapolres Tangerang Kota mengatakan, dalam menjalankan aksinya, Sindikat penipuan ini menggunakan surat-surat berharga fiktif berupa Cek dan SIUP yang dimasukan dalam amplop, lalu disebarkan di lingkungan perumahan maupun perkantoran.

Dimana, dari surat-surat berharga yang disebar, pelaku berharap ada orang yang menemukan, lalu menghubungi nomor telepon yang tercantum di dalam surat-surat berharga tersebut.

“Pelapor mengambil amplop yang tercecer di depan rumahnya. Ketika dibuka, amplop tersebut berisi lembaran surat berharga atas nama PT. Putra Mahakam berupa Cek bank Danamon senilai Rp. 4,7 Milyar dan selembar surat SIUP, kemudian korban menghubungi pelaku yang mengaku akan memberikan uang terima kasih kepada korban berupa e-cash senilai Rp.280 juta dengan syarat korban harus mentransfer uang terlebih dahulu kerekening pelaku,” kata Harry di Mapolrestro Tangerang Kota, Kamis (11/10/2018).

Kemudian Harry menjelaskan, dari hadiah yang dijanjikan pelaku tersebut, korban mentransfer uang sebanyak empat kali melalui ATM ke rekening pelaku.

“Dari empat kali transfer uang, korban pertama mengalami kerugian sebanyak Rp.10.396.300, untuk korban kedua masih didalami berapa total kerugiannya,” jelasnya.

Lebih dalam Harry memaparkan, Berdasarkan laporan Korban pada tanggal 27 Agustus 2018 yang bernomor: LP.B/712/VIII/2018/PMJ/Restro Tng Kota, Satreskrim Polrestro Tangerang kota berhasil menangkap lima pelaku yaitu Amirullah (34), Ahmad Nugraha (23), Andi Suryanto (42), Hermansyah (26) dan Saenal (27).

“Kelima pelaku semuanya berasal dari Sulawesi Selatan, dan mempunyai peran masing-masing. Satu pelaku bertindak sebagai operator handphone, tiga pelaku sebagai penyebar berkas, dan satu lagi yaitu Amirullah sebagai pelaku utama yang juga residivis dengan kasus yang sama di tahun 2006,” paparnya.

Dari barang bukti yang ditemukan, Harry menghimbau kepada masyarakat untuk melaporkan apabila menjadi korban penipuan dengan modus yang sama.

“Barang bukti yang ditemukan sangat banyak, yaitu berupa ratusan lembar Cek bank Danamon senilai 4,7 Milyar, SIUP dan bukti transfer dari korban. Kalau ada korban-korban yang lain, kami imbau untuk melaporkan,” tuturnya.

Harry menandaskan, dari perbuatan sindikat penipuan tersebut, akan dikenakan pasal 378 KUHP Juncto pasal 55 KUHP dan pasal 3,4,5 serta pasal 10 Undang-undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara. (ari)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Disarankan
Loading...