Soal Wartawan & Mahasiswa Jadi Korban Kerusuhan Demo, Ini Permintaan Rektor STISIP Yuppentek

0 689

KOTA TANGERANG,PenaMerdeka – Menurut Bambang Kurniawan, Rektor STISIP atau Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Yuppentek Kota Tangerang adanya kerusuhan yang menimbulkan banyak korban saat demonstrasi Forum Aksi Mahasiswa (FAM) seharusnya kedua belah pihak bersabar.

Sebab, saat aksi demo di depan gedung Pusat Pemerintahan Kota (Puspemkot) Tangerang yang menuntut kesehatan gratis tanpa syarat, terjadi kerusuhan dan menimbulkan banyak korban dari mahasiswa hingga pihak Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Tangerang terluka.

“Sebenarnya Satpol PP harusnya sabar. Karena sebelum kerusuhan terjadi sedang negosiasi untuk berbicara bersama. Saya juga kan sedang menghubungi pihak dari Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang,” terang Bambang kepada wartawan, Rabu (30/1/2019).

Bambang menjelaskan, dalam hal ini Ivan Yulianto, Asisten Daerah (Asda) 1 Kota Tangerang sudah dihubungi olehnya. Rencananya, kata dia, Asda 1 ingin menemui pendemo juga.

“Kondisinya kan saat itu lagi rusuh ketika negosiasi untuk berdiskusi. Hal seperti ini seharusnya tidak terjadi lah, kalau sabar kan kedua belah pihak bisa jadi kondisinya tentram,” tuturnya.

Bambang menambahkan, saat ini ia bakal mengkomunikasian kepada pihak Pemkot Tangerang. Karena korban tak hanya dari mahasiswa, Satpol PP dan wartawan juga menjadi korban.

“Saya sedang komunikasikan kepada pihak Pemkot Tangerang, karena korbanya itu banyak kan. Sampai tadi ada yang luka sobek dibagian kepalanya,” imbuhnya.

Informasi yang didapat, sebanyak tujuh mahasiswa saat ini sedang di rawat di dua rumah sakit akibat adanya kriminalisasi yang di deritanya. Sedangkan dari pihak Satpol PP Kota Tangerang, ada aua petugas yang harus di rawat juga.

Berikut daftar nama mahasiswa dan petugas Satpol PP yang sedang di rawat, Danu dari STISIP Yuppentek, Mukti dari STISIP Yuppentek, Bustomi dari UNPAM, Rian dari UMT, Alkindi dari UMT dirawat di RSUD Kota Tangerang akibat kriminalisasi yang diterima

Sementara dua orang lainnya, Tomy UMT dan Rosid STISIP yuppentek dirawat di RSUD Kota Tangerang yang mana sebelumnya melakukan aksi jahit mulut

Sementara dari petugas Satpol PP, Umar
dan Bobby harus dirawat juga dan belum diketahui keberadaannya. (hisyam)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Disarankan
Loading...