Potensi Digerus Asing, Titiek Soeharto: Pemerintah Lamban Perkuat SDM Terdidik

0 229

TASIKMALAYA,PenaMerdeka – Siti Hediati Hariyadi menyebut pemerintah lambat memperbaiki komitmen perihal sistem pendidikan di Indonesia. Sebab, efeknya nanti tenaga kerja lokal potensi tergerus tenaga asing. Wanita yang kerap dipanggil Titiek Soeharto ini menegaskan, rakyat berpendidikan rendah dan kurang memiliki keahlian seharusnya mendapatkan perlindungan pemerintah dari ancaman tenaga kerja asing.

Kadi kata dia, kesempatan kerja di lapangan kerja kurang terdidik itu tidak seolah dibiarkan begitu saja lantas diisi tenaga kerja asing.

“Pendidikan jadi hal yang sangat penting untuk mengubah kondisi ekonomi dan strata social,” kata Tietik Soeharto yang juga Ketua Dewan Pertimbangan Partai Berkarya dalam sambutan acara penyerahan beasiswa Primajasa Foundation di Gedung Mandalawangi, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Selasa, (19/3/2019).

Menurut Titiek, setiap agama dan kearifan budaya selalu memberikan penghargaan tinggi kepada belajar atau menempuh pendidikan. Dalam Islam, belajar adalah kewajiban setiap Muslim yang berlangsung sejak buaian dan hanya berhenti saat datangnya kematian.

“Ini zaman persaingan terbuka. Bahkan kita lihat, kini untuk pekerjaan sederhana pun harus bersaing dengan warga negara lain,” kata Titiek.

Ia menyayangkan kurangnya komitmen penyelenggara negara untuk melindungi tenaga kerja lokal.

Karena itulah, menurut Titiek, semua warga negara harus terus mendorong generasi penerus untuk mendapatkan kesempatan seluas-luasnya guna menempuh pendidikan.

“Kita ingin anak-anak kita dapat pekerjaan baik dan menjadi pengusaha muda yang dapat menciptakan karya-karya baru,” kata Titiek.

Kehendak berkarya dan mencipta tersebut juga menjadi semangat yang hidup dalam Partai Berkarya. Pada saat mengunjungi Kampung Bordir siang harinya, Titiek mengimbau para pengrajin-pengusaha kecil untuk terus berkreasi.

Ia meyakinkan para pengusaha kecil tersebut bahwa hanya dengan berkreasi dan berkarya maka masyarakat bisa membangun kemandirian dan mencapai kesejahteraan.

“Teruslah menjaga semangat untuk berkarya dalam setiap kondisi,” kata Titiek.

“Insya Allah, semua akan membawa kepada kondisi yang lebih baik. Allah yang Maha Kuasa selalu menghargai jerih payah hamba-Nya.”

Tentang semangat untuk senantiasa berkarya itu, menurut mantan wakil ketua Komisi IV DPR RI itu didapatkannya dari sosok ayah, Presiden Soeharto. Beliaulah, yang semasa hidup selalu menanamkan dan menumbuhkan keyakinan untuk terus berkarya dan membawa kebaikan bagi sesama.

Selain menghadiri dan menyerahkan beasiswa Primajasa Foundation dan mengunjungi serta bersambung rasa dengan para pengrajin-pengusaha kecil di kampung Bordir, selama berada di Tasikmalaya Titiek juga mengunjungi dan bersilaturahmi dengan warga Pesantren Idrisiyyah, Cisayong. (redaksi)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Disarankan
Loading...