Sekolah Inklusi Bintaro Dorong Bakat Ferdi Jadi Seniman Jenius

0 401

KOTA TANGSEL,PenaMerdeka – Sejumlah karya seni dari ‘tangan ajaib’ Ferdiandra Putra (14) sempat dipamerkan di halaman Sekolah Alam Bintaro, Pondok Aren, Kota Tangsel. Salah satu sekolah inklusi di Banten ini memang konsen mendorong siswa anak berkebutuhan khusus.

Yaa, Ferdi begitu sapaan akrabnya, memamerkan lukisan abstrak, pedang berbahan kertas kardus, kaos dan baju lukis serta lainnya sejatinya hasil seni jenius yang lahir dari imajinasinya.

Ferdi kini duduk di bangku kelas III tingkat SMP Sekolah Alam Bintaro. Karena konsistensinya, saat menggelar pameran tidak sedikit pengunjung yang memuji hasil seninya. Dan tak jarang juga Ferdi kewalahan dari pengunjung yang memesan karyanya.

Di sekolahnya, Ferdi kini dianggap maestro, jadi bukan lantaran dia eksis menghasilkan produk seninya, tetapi dia juga bisa menularkan kebisaannya kepada siswa-siswa lain.

Dikabarkan sebelumnya, Sekolah Alam Bintaro merupakan salah satu lembaga pendidikan yang mengantongi program inklusi, yakni merekrut siswa umum dan anak berkebutuhan khusus (ABK).

Dan karena berkebutuhan khusus bakat seni Ferdi termasuk yang dibimbing Sekolah Alam Bintaro. Alhasil, luar biasa sudah menyerupai orang yang telah lama menekuni bidang seni meskipun baru SMP.

“Karya Ferdi sudah seperti orang lama yang menekuni bidang seni. Ini butuh fokus, sepertinya dia fokus. Memang butuh waktu lagi kalau mau berhasil,” kata Rudi Asmono pengunjung yang sempat ditemui penamerdeka.com di lokasi pameran beberapa waktu lalu.

Saat tim penamerdeka.com menyempatkan berbincang dengan Ferdi, memang tidak nampak kalau dia mengidap Sindrom Aspeger. Dia lugas menjawab sejumlah pertanyaan. Anak Asperger cerdas dan mahir dalam bahasa, tetapi kerap menyimpan bakat terpendam luar biasa jika tidak dibimbing serius.

“Koleksi pedang-pedangan saya mulai bikin kira-kira pas 1 tahun lalu. Kalau melukis dari kelas 1 SMP. Memang untuk lukisan abstrak yang saya bikin lebih suka saya goreskan dalam baju dan kaus. Sebab, hasilnya bisa dilihat banyak orang. Karena kalau lukisan dikanvas hanya bisa ditaruh di satu tempat, beda dengan kaus yang bisa dipakai pemilikya kemana-mana,” ucap Ferdi.

Ferdi mengaku kalau di tempat dia menimba ilmu saat ini, yakni di Sekolah Alam Bintaro banyak dibantu dan membingbing bakat seninya. Selama ini dia sudah menggelar 4 kali pameran seni. Tetapi ke dua orangtuanya juga sangat mendorong apa yang sedang ditekuninya.

“Saya kan memang masih amatir belum professional. Tapi pesanan karya seni ini sudah ada, melalui saya langsung, kemarin ada yang pesan pedang Zulfikar. Sudah banyak produk seni saya. Lagi pula, selama beberapa tahun ini saya dianggap konsisten membuat karya seni,” ucapnya. (redaksi/tim)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Disarankan
Loading...