Peliputan Pelantikan DPRD Kota Cilegon Dibatasi, IJTI dan FKWC Layangkan Protes

0 203

KOTA CILEGON,PenaMerdeka – Prosesi pelantikan dan pengambilan Anggota DPRD Kota Cilegon diwarnai aksi protes kuli tinta lantaran merasa dihalang-halangi saat peliputan, Rabu (3/9/2019).

Informasi yang berhasil dihimpun, sejumlah wartawan tidak bisa mengakses masuk kedalam gedung karena tidak memiliki id card khusus peliputan dari panitia.

Menurut Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) dan Forum Komunikasi Wartawan Cilegon (FKWC) Kota Cilegon, akan melakukan aksi di depan Markas Kepolisian Resort Cilegon (Mapolres) dan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Cilegon.

Ketua IJTI Kota Cilegon, Adim Muchtaadin menjelaskan, wartawan tidak dihalangi melakukan peliputan dan pengambilan informasi soal pengambilan sumpah jabatan itu dianggap pelanggaran UU.

“Atas dasar itu kami akan menyampaikan aspirasi didepan Mapolres dan Dewan,” kata Adim.

Adim menyatakan, dalam tuntutannya pihaknya meminta 3 hal, pertama Kapolres Cilegon, AKBP Rizki Agung Prakoso dan Ketua DPRD Kota Cilegon, Endang untuk meminta maaf secara langsung kepada wartawan.

Kedua meminta agar sejumlah pihak yang bertanggungjawab, seperti Sekretaris DPRD Kota Cilegon, Didi Sukriadi dan Kabagops Polres Cilegon, Kompol Sujatna dicopot dari jabatannya. Karena bertanggung jawab dengan semua proses pengambilan sumpah dan pengamanan.

Ketiga kejadian pembatasan peliputan tidak boleh lagi terjadi kalangan pemerintahan Kota Cilegon dan institusi lainnya.

Adim menegaskan, adanya Id Card yang di stempel pihak kepolisan baik untuk tamu dan panitia menjadi bukti jika kepolisan dan dewan bertanggungjawab atas pelarangan liputan tersebut.

“Ini bukan lagi jaman orde baru. Ditambah paripurna itu juga terbuka untuk umum, siapa saja bisa masuk,” ungkapnya. (rd)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Disarankan
Loading...