Tak Kunjung Diserahkan, Developer Mall CBD Ciledug Dipolisikan

0

KOTA TANGERANG,PenaMerdeka – Sebanyak 69 orang pemilik unit kios di Mall CBD Ciledug, Kota melaporkan pihak Direksi PT. Sari Indah Lestari selaku developer ke Polres Metro Tangerang Kota.

Laporan dengan nomor:TBL/B/1122/XII/2019/PMJ/RestroTangerangKota, disampaikan melalui kuasa hukum para pemilik kios, Susilo Wardoyo dan Dr. H. Badayong Sikumbang ke Satreskrim Polres Metro Tangerang Kota, Senin malam (9/12/2019).

Susilo mengatakan, pihaknya baru saja selesai melaporkan PT. Sari Indah Lestari ke Satreskrim. Laporan ke pihak kepolisian ini, didasari tidak komitmenya PT. Sari Indah Lestari selaku Developer terhadap para konsumenya.

Menurutnya, para konsumen yang menjadi klienya saat ini merasa dirugikan developer. Sebab, sudah belasan tahun melunasi pembayaran unit kios di Mall CBD Ciledug, namun sertifikat yang menjadi haknya para konsumen tak kunjung diberikan.

“Mereka selaku developer, kami laporkan karena mereka tidak melaksanakan kewajiban hukumnya. Selain belum diserahkannya sertifikat ada juga sebagian konsumen yang belum PPJB, padahal sudah membayar,” terang Susilo, Selasa (10/12/2019).

Kata Susilo, PT Sari Indah Lestari diduga  memanfaatkan sertipikat para pemilik kios untuk keuntungan sepihak.

Dimana, developer telah mengagunkan sertifikat yang menjadi hak konsumen kepada salah satu Bank di Malaysia, tanpa seizin konsumen.

Ia menambahkan, bahwa dari 69 orang klienya itu memiliki unit kios di Mall CBD Ciledug sebanyak 97 unit. Dalam kasus ini, memang pihaknya menilai kasusnya cukup bervariatif.

Karena, klienya ada yang membeli kiosnya secara cash keras dan ada juga yang beli secara kredit. Namun semua klienya yang membeli unit secara kreditpun dipastikan sudah lunas dari 8 tahun hingga 11 tahun yang lalu.

“Klien kami posisinya sudah lunas semuanya, jadi tidak ada alasan pihak developer untuk menahan sertifikatnya. Mereka melakukan pembelian unit kios di Mall CBD sekitar tahun 2006 hingga 2008 dengan harga yang bervariatif mulai dari harga 150 juta, 200 juta bahkan sampai 400 juta per unitnya,” paparnya.

Berdasarkan keterangan para pemilik, terdapat kerugian karena mereka tidak bisa berbuat apabila hendak menjual, memanfaatkan kredit perbankan dan lainnya. Mereka tidak bisa melaksanakan karena terkendala tidak adanya sertipikat itu,” tukasnya.

Diketahui, laporan ke Polres Metro Tangerang Kota yang di lakukan oleh 69 orang pemilik dengan jumlah kepemilikan sebanyak 97 unit kios di Mall CBD ini untuk kedua kalinya.

Sebelumnya 9 orang pemilik dengan kepemilikan 19 unit kios sudah terlebih dahulu melaporkan, dan saat ini kasusnya sudah di tangani unit harta benda (Harda) satreskrim Polres Metro Tangerang Kota. (hisyam)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Disarankan
Loading...