HUT RI 76

Pengunjung Restoran dan Hotel di Kota Tangerang Turun 50 Persen

KOTA TANGERANG,PenaMerdeka – Angka pengunjung restoran dan hotel di Kota Tangerang turun mencapai 50 persen. Penurunan okupansi itu terkait isu wabah virus corona (covid-19).

“Cukup memukul adanya virus corona itu untuk restoran dan hotel di Kota Tangerang, terutama di wilayah Bandara Soekarno-Hatta okupansinya hingga 40-50 persen,” terang Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Tangerang, Oman Djumansyah, Sabtu (13/3/2020).

Oman mengatakan, penurunan okupansi sudah dirasakan sejak Februari 2020. Ia mengaku Desember 2019-Januari 2020 juga telah terjadi penurunan, namun belum signifikan.

“Februari awal turun drastis. Diperparah lagi adanya penutupan sementara penerbangan umrah ke Arab Saudi, hotel dan restoran di wilayah bandara turun drastis,” jelasnya.

Oman berharap, Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang memberikan pemotongan pajak hotel dan restoran. Selain itu, agar pihak pemkot bersedia memberikan stimulus kepada pihak hotel agar bisa bertahan.

“Kita sudah mengajukan ke Wali Kota Tangerang (Arief R Wismansyah) terkait pemotongan pajak hotel dan restoran. Harus ada stimulus juga dari pihak pemkot agar hotel dan restoran tidak tutup,” katanya.

Oman mengaku banyak acara yang diselenggarakna di hotel dan restoran di Kota Tangerang menunda juga membatalkan. Dia mengaku ada hotel yang memberi diskon demi menutup biaya operasional.

Pemerintah diharap segera menuntaskan persoalan korona. Lantaran dampak penurunan ekonomi sangat terasa bagi kalangan industri hotel.

“Kita tidak tahu juga mau sampai kapan ini berlangsung. Kalau pun ini berkelanjutan, bisa tutup semua hotel dan restoran di Kota Tangerang,” tutupnya. (hisyam)

Disarankan
Click To Comments