FTH Sebut Progres Laporan Kasus TPA Cipecang di KPK Signifikan

KOTA TANGSEL,PenaMerdeka – Forum Tangerang Hijau (FTH) mengklaim perihal progres kasus dugaan pelanggaran pada proyek sheet pile TPA Cipecang Kota Tangsel telah mengalami kemajuan.

Diketahui FTH telah melaporkan kasus robohnya sheet pile lantaran adanya indikasi pelanggaran sehingga dirinya melaporkan persoalan TPA ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

M Luthfi Koordinator FTH menyebut surat dengan nomor R/1502/PM.00.00/40-43/08/2020 telah kami terima yang isinya apresiasi KPK terhadap laporan kami dan meminta untuk koordinasi lebih lanjut terkait kasus TPA Cipeucang.

“KPK mengapresiasi atas laporan kami. Dan itu karena semangat kami sama, ya untuk memberantas korupsi dan bentuk pelanggaran-pelanggaran oknum,” ujar Lutfi dalam rilis yang diterima penamerdeka.com, Jumat (14/8/2020).

Bahkan kata dia, FTH akan memberikan bukti pendukung dugaan tindak pidana kasus robohnya TPA Cipeucang.

“Untuk penyelidikan lebih lanjut yang akan dilakukan oleh KPK, maka kami akan memberikan beberapa bukti dari mulai proses terjadinya lelang, hasil lelang, serta pengerjaan yang dilaksanakan oleh PT RJPS, dan PT DSI sebagai pengawas serta peranan TP4D Kejari Tangsel yang berujung robohnya sheetpile TPA Cipeucang yang belum genap setahun,” kata Lutfi melanjutkan.

“Menurut informasi yang kami dapat bahwa pada bulan ini (Agustus-red) adalah waktu berakhirnya masa pemeliharaan yang menjadi kewajiban PT RJPS. Maka kami akan melakukan investigasi ke lokasi untuk memastikan pemeliharaan ini sudah dilakukan,” tukasnya.

Kasus robohnya TPA Cipeucang yang menelan biaya Rp 21 milyar ini mencuat setelah FTH melakukan laporan ke bebebapa instansi termasuk diantaranya Kejaksaan RI.

“Kami menduga ada permainan (kongkalingkong) sejumlah pihak hingga akhirnya TPA jebol. Karena tidak memenuhi kualitas,” pungkasnya. (sg/red)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Disarankan
Loading...