Mendagri: Kepala Daerah Juga Wajib Patuhi Protokol Kesehatan

MAKIN BANYAK KEPALA DAERAH TERPAPAR

JAKARTA,PenaMerdeka – Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian mengingatkan, kepala daerah juga diwajibkan mematuhi protokol kesehatan. Hal itu tidak hanya berlaku pada masyarakat biasa, tetapi juga oleh kepala daerah. 

Tito menegaskan hal tersebut lantaran semakin banyak kepala daerah yang positif terpapar Covid-19.

“Jadi teman-teman kepala daerah dan masyarakat yang ke luar daerah, kepala daerah juga harus taati protokol kesehatan itu, proteksi itu,” kata Tito dalam keterangan resminya.

Tito menekankan, kepada semua pihak untuk taat pada protokol kesehatan virus corona. Memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak harus selalu dilakukan demi mencegah penularan.

“Jadi Jangan hanya cuma pakai (masker,red) aja, tapi harus menutupi saluran pernapasan. Lalu cuci tangan, bawa hand sanitizer. Abis megang ini itu semua segera bersihkan tangan,” katanya.

Kata Tito, ketimbang masyarakat pada umumnya, kepala daerah harus memberikan contoh yang baik. Selain mematuhi protokol kesehatan, kepala daerah pun harus menunjukkan kemampuannya dalam mengatasi dampak pandemi.

“Harus ada kesungguhan serius, karena ini tanggung jawab kita. Kemauan itu komitmen sebagai tanggung jawab kepala daerah kepada rakyatnya,” ujar dia.

Diketahui, belasan kepala daerah telah terpapar virus corona belakangan ini. Lima kepala daerah diantaranya meninggal dunia usai dinyatakan positif covid-19.

Lima kepala daerah yang meninggal setelah positif Covid-19 adalah Bupati Bupati Morowali Utara, Aptripel Tumimomor, Wali Kota Tanjungpinang, Syahrul, Wali Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Nadjmi Adhani dan Wakil Bupati Way Kanan.

Kemudian, Edward Anthony. Lalu yang teranyar, Pelaksana tugas Bupati Sidoarjo, Nur Ahmad Syaifuddin atau Cak Nur meninggal pada Minggu 23 Agustus 2020 lalu. (Jirur)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Disarankan
Loading...