OJK: Nilai Baki 74 Nasabah Turun Rp16,2 Triliun

SEGMEN KORPORASI

JAKARTA,PenaMerdeka – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat nilai baki debet 74 nasabah segmen korporasi menurun sekitar Rp61,2 triliun pada Agustus 2020. Penurunan terjadi lantaran aktivitas usaha yang belum pulih dampak covid-19.

Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso mengatakan penurunan itu utamanya terjadi pada kredit korporasi dari sektor perhotelan, maskapai penerbangan, manufaktur, dan lainnya.

Khusus untuk korporasi manufaktur, penurunan baki debet terjadi karena penjualan mobil dan motor masih rendah.

Kondisi ini terjadi karena permintaan dari masyarakat masih cukup rendah. Selain itu, kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) masih berlangsung pada beberapa waktu kemarin.

“Ada 74 debitur dari 100 debitur yang kami track, menunjukkan penurunan baki debet karena ciri khas debitur ini yang terkena langsung dampak covid. Mereka tidak bisa operasi full,” ujar Wimboh saat konferensi pers virtual hasil rapat Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) periode Kuartal III 2020.

Wimboh mencatat penurunan baki debet dari masing-masing korporasi sekitar 12 persen. Kendati begitu, ia melihat kondisi yang berbanding terbalik akan terjadi di kredit segmen UMKM.

“Bahkan secara month-to-month sudah positif di Agustus, sehingga perkembangannya yang di-leverage bank Himbara bisa mengompensasi penurunan (baki debet kredit UMKM) di Maret,” terangnya.

Sayangnya, ia tidak menyebut berapa besar peningkatan baki debet di sektor UMKM. Begitu juga dengan jumlah nasabah yang meningkatkan baki debet atau besar sisa pokok pinjaman pada waktu tertentu di luar bunga dan denda atau penalti itu.

Ke depan, Wimboh mengaku cukup optimis bahwa pertumbuhan kredit bank bisa membaik karena sudah ada pemulihan dari sisi UMKM.

Ia mengatakan para pelaku industri bank masih yakin di rencana bisnisnya bahwa pertumbuhan kredit bank bisa mencapai kisaran 3 persen pada akhir tahun ini.

Sebagai informasi, pertumbuhan kredit bank berada di kisaran 0,12 persen pada September 2020. Lajunya menurun dari bulan sebelumnya di kisaran 1,04 persen. (uki)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Disarankan
Loading...