BI Tekan Suku Bunga Acuan, Rupiah Loyo ke Rp14.160

LEMAH 0,04 PERSEN

JAKARTA,PenaMerdeka – Nilai tukar rupiah loyo di angka Rp14.160 per dolar AS pada perdagangan pasar spot Jumat (20/11/2020) pagi. Posisi itu melemah 0,04 persen, ketimbang perdagangan Kamis (19/11/2020) sore di level Rp14.155 per dolar AS.

Pagi ini, mata uang di kawasan Asia terpantau bergerak bervariasi terhadap dolar AS. Tercatat, yen Jepang melemah 0,10 persen, dolar Taiwan melemah 0,01 persen, dan rupee India turun 0,11 persen.

Namun, dolar Singapura berhasil naik 0,03 persen, won Korea Selatan menguat 0,12 persen, peso Filipina naik 0,12 persen, yuan China bertambah 0,10 persen, ringgit Malaysia naik 0,23 persen, dan baht Thailand bertambah 0,07 persen.

Sementara itu, mayoritas mata uang di negara maju tampak melemah di hadapan dolar AS. Terpantau, poundsterling Inggris turun 0,01 persen, dolar Australia melemah 0,03 persen, dan franc Swiss berkurang 0,08 persen. Namun, dolar Kanada berhasil naik 0,03 persen terhadap dolar AS.

Kepala Riset Monex Investindo Ariston Tjendra mengatakan keputusan Bank Indonesia (BI) menurunkan suku bunga acuan menekan rupiah. Diketahui, bank sentral menurunkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin (bps) dari 4 persen menjadi 3,75 persen pada November 2020.

“Dari dalam negeri, keputusan penurunan suku bunga acuan bisa menekan laju rupiah terhadap dolar AS karena spread imbal hasil yang menipis,” ujarnya.

Namun, ia memperkirakan mata uang Garuda berpotensi menguat tipis mengikuti sejumlah mata uang regional lainnya. Sebab, pasar masih diselimuti kekhawatiran terhadap kenaikan kasus covid-19 di sejumlah negara sehingga mengakibatkan penguncian wilayah (lockdown).

“Rupiah bisa bergerak dalam kisaran sempit dan mungkin ikut menguat mengikuti pergerakan nilai tukar lainnya. Diprediksi, rupiah melaju di rentang Rp14.100 hingga Rp14.200 per dolar AS hari ini,” jelasnya. (uki)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Disarankan
Loading...