HUT RI 76

Anggap Jadi Korban PHP, Keluarga Waris Lahan TPA Rawa Kucing Meradang

PEMBEBASAN LAHAN

KOTA TANGERANG,PenaMerdeka – TPA Rawa Kucing menyisakan masalah. Pasalnya, Bambang Wahyudi cucu Riman Bin Ecang mengaku diombang-ambing persoalan pembebasan lahan waris keluarganya yang dijadikan TPA Rawa Kucing, Kedaung Wetan, Neglasari, Kota Tangerang.

Sebelumnya, pembebasan lahan seluas 387m2 di Kelurahan Kedaung Wetan RT 01 RW 04 disebutkan sudah dianggarkan oleh Pemkot Tangerang melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang.

Bambang Wahyudi cucu dan juga kuasa jual lahan mengatakan, biaya pembebasan lahan senilai Rp 4 miliar digelontorkan pada APBD-Perubahan Kota Tangerang Tahun Anggaran (TA) 2020.

Namun belakangan proses pencairan terhambat lantaran ada persoalan administrasi. Pejabat setempat tidak membubukan tandatangan keterangan waris dan tanah.

“Hingga saat ini lurah setempat (Kedaung Wetan dan Kedaung Baru,red) tidak menandatangani keterangan waris dan keterangan tanah,” ungkapnya kepada wartawan, Kamis (17/12/2020).

Lebih jauh kata Bambang menyatakan, sejak 2015 ahli waris sudah berupaya untuk menyelamatkan tanah milik Riman Bin Ecang. Dan dia mengaku bahwa sejak lama telah lama hanya dijanjikan saja.

“Beberapa kepala daerah hanya menjanjikan alias di PHP (pemberi harapan palsu) saja,” tukas Bambang.

Dan tidak hanya lahan seluas 387m2 saja yang bakal dibebaskan. Tetapi rencananya pada TA APBD 2021 Pemkot Tangerang juga akan membebaskan lahan waris kami yang seluas 1.508m2.

“Kami pernah menyambangi BPN Kota Tangerang untuk mempertanyakan lahan waris. Lahan itu masuk ke dalam persil 48.D.VI/29 dan 27.D.VI/29. Tidak hanya itu upayanya sudah ke Pemkot Tangerang juga ke bagian asset dan pajak. Dan membenarkan bahwa lahan itu milik keluarga waris kami,” katanya.

Images (44)
Penampakan TPA Rawa Kucing, Kota Tangerang.

 

“Namun upaya ahli waris selalu menemuin hambatan, lantaran Pemkot Tangerang dari sejak Walikota Djakaria Mahmud, Walikota Mochamad Thamrin, Walikota Wahidin Halim hingga Walikota yang sekarang Arief R Wismansyah, tidak juga kunjung mau menyelesaikan persoalan ini. Dan baru pada 2020 ini ada alokasi anggaran, itu pun belum bisa direalisasikan sampai hari ini,” lanjut Bambang.

Dia menegaskan, ada kecurigaan kenapa lurah setempat tidak menandatangani keterangan waris untuk proses pencairan pembebasan lahan keluarga waris Riman Bin Ecang.

“Kenapa sepertinya berusaha menjegal dana pembebasan lahan waris keluarga kami yang sudah dianggarkan Pemkot. Karena sangat realistis dia (lurah,red) sebagai pelayan warganya,” pungkasnya.

Diketahui, TPA Rawa Kucing memiliki luas area 34,8 hektar dan mampu menampung 1.500 ton sampah per-hari di wilayah Kota Tangerang.

Pemkot Tangerang rencananya sejak 2015 untuk jangka panjang akan merealisasi proyek Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa). (red/sam)

Disarankan
Click To Comments