Yuk Simak! Deretan Tips Siapkan Dana Kurban di Tengah Pukulan Covid-19

JAKARTA,PenaMerdeka – Kurang dari dua pekan lagi hari raya Iduladha akan tiba. Hari raya umat Muslim ini kental dengan ibadah kurban, yakni ibadah menyembelih hewan ternak seperti, sapi dan kambing.

Berkurban dalam hukum Islam bersifat sunnah muakkad bagi yang mampu. Pada masa pandemi, disarankan kelompok mampu untuk berkurban demi meringankan beban kelompok rentan.

Bagi yang tidak mampu, kurban tidak wajib. Apalagi, pandemi telah memukul ekonomi masyarakat dari berbagai lapisan.

Perencana Keuangan dari Tatadana Consulting Tejasari Assad tak memungkiri banyak keperluan yang menambah beban warga akibat pandemi.

Seperti pos kesehatan yang membengkak akibat tes kesehatan dan asupan vitamin yang bertambah. Kendati begitu, masih ada beberapa tips untuk menyiasati untuk menyisihkan dana untuk berkurban, seperti berikut:

  1. Sisihkan dari Jauh Hari Perencana keuangan

OneShildt Rahma Mieta Mulia menyebut, idealnya, dana kurban disiapkan sejak jauh-jauh hari.Terlebih, jika Anda tidak punya penghasilan tahunan.

Agar tidak memberatkan, ia menyarankan untuk terlebih dahulu menentukan jenis hewan yang akan dikurbankan dan besaran dana yang dibutuhkan.

Misalnya, bila Anda memilih berkurban sapi seharga Rp4 juta-an, Anda bisa mulai menyisihkan Rp350 ribu per bulan selama setahun.

“Sebaiknya memang dana berkurban disiapkan jauh-jauh hari. Apalagi kalau kita tidak punya penghasilan tahunan, agar bisa berkurban harus disisihkan dari penghasilan bulanan supaya tidak memberatkan,” jelasnya, Sabtu (10/7/2021).

  1. Manfaatkan THR dan Alternatif Lainnya

Bagi sebagian umat Muslim, pos berkurban biasanya masuk dalam pengeluaran rutin tahunan yang dialokasikan dari pendapatan yang bisa diprediksi, misalnya pos THR.

Dalam kasus tidak mendapat bonus tahunan atau THR tahun ini, Rahma menyebut masih ada alternatif lain yang bisa dimanfaatkan.

Contohnya, diambil dari pos dana darurat, dengan catatan dana sudah melebihi kebutuhan untuk 6 bulan. Bila dana darurat masih pas-pasan, Anda disarankan untuk tidak mengambil dari pos ini, terutama di tengah pandemi.

  1. Sesuaikan Kemampuan

Tejasari menyarankan untuk berkurban sesuai dengan kemampuan saat ini. Bila normalnya Anda mampu berkurban seekor sapi, Anda bisa menggantinya dengan kurban kambing saat pandemi.

Anda juga bisa menggeser prioritas dan cermat dalam mengelola tabungan. Misalnya, untuk pengeluaran rekreasi atau hiburan yang tidak terpakai akibat pandemi bisa digunakan untuk kebutuhan kurban.

Senada, Rahma juga menyarankan untuk menggunakan tabungan/pos pengeluaran lain yang tidak jadi dilaksanakan akibat pandemi tahun ini. Misalnya, dana pulang kampung, dana jalan-jalan, dan sebagainya.

  1. Hindari Utang

Ada saja alternatif berkurban yang ditawarkan bagi mereka yang tidak punya uang tunai memadai, mulai dari berutang hingga ikut arisan kurban.

Rahma meyakini dalam beribadah, khususnya dalam ajaran Islam tidak memberatkan pemeluknya. Oleh karena itu, ia tak setuju bila Anda harus mengambil utang untuk berkurban.

Apalagi, kalau Anda masih memiliki banyak kewajiban lainnya yang harus diselesaikan. Kalau masih ada pos tidak mendesak yang bisa dipakai, ia menyarankan untuk menggunakan pos tersebut. Bila tidak, jangan memaksakan diri.

“Kalau uangnya tidak ada ya tidak usah dipaksakan, tapi bukan berarti kita menggampangkan juga,” katanya.

Mengingat hukumnya bersifat sunnah, Teja juga menyarankan untuk tidak berutang dalam berkurban. Jika dana belum mencukupi, dia menyarankan untuk ditambah dana kurban tahun depan.

“Kalau dengan utang atau pinjaman saya rasa tidak usah karena ini kan bukan wajib. Mending uangnya disiapin untuk dana darurat atau tunggu tahun depan,” pungkasnya. (uki)

Disarankan
Click To Comments