HUT RI 76

WNA Kongo Pelaku Persetubuhan Anak di Tangerang Diciduk Polisi di Bali

KOTA TANGERANG,PenaMerdeka – Terduga pelaku persetubuhan anak di bawah umur asal negara Kongo berhasil diciduk Satreskrim Polres Metro Tangerang Kota, Selasa (27/10/2021).

Penangkapan pria warga negara asing (WNA) berinisial B (41) di Pulau Bali itu setelah sebelumnya dilakukan penyelidikan dan penyidikan oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Metro Tangerang Kota.

Kejadian tersebut terungkap setelah istri tersangka inisial ( I) berupaya menemui ibu korban LL (38).

Saat bertemu, LL tersentak kaget karena I menceritakan perbuatan bejat yang dilakukan suaminya itu, selanjutnya LL selaku ibu korban melaporkan peristiwa itu kepada suaminya (NS) yang berprofesi sebagai wartawan.

Tak terima mendapat perlakuan yang tidak pernah dibayangkan sebelumnya, kemudian NS (44) selaku ayah korban melaporkan kejadian itu ke pihak yang berwajib pada bulan Juli lalu dan Laporanya langsung diproses Unit PPA Polres Metro Tangerang Kota.

Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Pol. Deonijiu De Fatima didampingi Kasatreskrim Kompol Bonar RP Pakpahan dan Kasubaghumas Kompol Abdul Rachim saat audensi dengan puluhan wartawan yang tergabung dalam Forum Wartawan Tangerang (Forwat) yang dipimpin Ketua Andi Lala menjelaskan kalau pelaku telah berhasil ditangkap di Bali dan telah ditetapkan sebagai tersangka.

“Ya, jadi kami sudah menangkap pelaku di Bali, pelaku juga sudah kita tetapkan sebagai tersangka,” kata Kapolres.

Kapolres mengajak awak media yang hadir untuk bersinergi menjaga kondusifitas Kota Tangerang. Dia mengklaim siap dikritik demi perbaikan pelayanan.

“Peningkatan pelayanan menjadi atensi Polri. Silahkan rekan-rekan jika ada kritikan kami tidak alergi sejauh kritikan itu sifatnya membangun demi kemajuan Polri,” tukas Kapolres.

Sementara Ketua Forwat Andi Lala yang mewakili orang tua korban mengatakan, ucapan terimakasih kepada Kapolres Metro Tangerang Kota dan jajarannya.

“Terimakasih kepada Bapak Kapolres dan Jajaran yang akhirnya menangkap dan menetapkan B jadi tersayang. Sebab korbannya adalah anak dari keluarga besar Forwat,” ujar pria yang kerap di sapa Lala. (hisyam)

Disarankan
Click To Comments