Gunungan Sampah Mengendap di Sungai Cisadane Pasca Longsoran TPA Cipeucang?

BUDAYA BUANG SAMPAH MASYARAKAT KE CISADANE

TANGERANG,PenaMerdeka – Longsoran sampah dari Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipeucang, Serpong, Kota Tangsel ke sungai Cisadane Mei 2020 silam akibat sheet pile (tanggul penyangga) jebol menurut Jaringan Aktivis Lingkungan Hidup Indonesia (JALHI) menyisakan persoalan.

“Sampah yang saat itu tumpah di permukaan air Cisadane sudah dibersihkan,” kata Herman Felani Ketua JALHI kepada penamerdeka.com, Rabu (2/3/2022) sore.

Saat itu pembersihan sampah langsung dibawa ke TPA Nambo, Bogor Jawa Barat. Sampah yang diangkut dari sungai diakuinya memang bukan dalam jumlah sedikit. 

Tetapi saat proses pengangkatan sampah dari longsoran TPA Cipeucang Kota Tangsel tidak sampai ke dasar sungai. Sehingga kami melihatnya sampah dengan material berat masih mengendap di dasar sungai. 

img 20220303 wa0001
Tumpukan sampah di Sungai Cisadane, Kota Tangerang, Banten. (dok/PenaMerdeka.com)

Pasalnya kata Herman, dengan jumlah sampah yang tercecer ke sungai diprediksi saat itu sekitar 100 ton. Dan hampir menutup permukaan sungai Cisadane. 

“Jadi sulit untuk mengeruk sampah yang jatuh hingga ke dasar sungai,” ucapnya.  

Dan masalahnya kata Herman saat air kiriman dari hulu dengan volume besar maka sampah yang mengendap akan terbawa arus sungai hingga ke wilayah Kota Tangerang.

Ini menjadi persoalan, dan mestinya harus ditindaklanjuti. Sampah endapan ini juga akan terbawa arus saat pintu air sepuluh (10) di Kota Tangerang dibuka. Endapan sampah akan mengalir juga berbarengan dengan sampah lain.

img 20220303 wa0002
ilustrasi.

Herman mengakui bahwa persoalan sampah di Sungai Cisadane bukan hanya dibawa dari hulu. Tetapi kebiasaan masyarakat di bantaran sungai mempengaruhi jumlah sampah yang terbawa hingga ke hilir. 

“Kami saat menyusuri sungai kerap mendapati masyarakat yang sengaja membuang sampah sembarangan. Saat kami imbau mereka malah naik pitam. Gue buang sampah di sini dari jaman nenek moyang dulu. Elu anak kemarin aja sudah nasehatin orang tua,” ucap Herman menirukan warga bantaran sungai yang membuang sampah.

Menurutnya, dua persoalan ini pekerjaan rumah bagi instansi yang bersangkutan, apakah sudah sosialisasi soal dampak membuang sampah di sungai. 

Atau tandas Hermah lantaran Pemerintah Kota Tangsel tidak memberikan fasilitas tempat pembuangan sampah kepada warganya. Tak bisa dihindari masyarakat akhirnya membuang sampah ke sungai Cisadane secara sembarang. (tim/red)

Disarankan
Click To Comments