hsn ads Syarifudin Salwani

Yuk ke Festival Al-Azhom Kota Tangerang, Ada Pameran Artefak Rasulullah SAW Hingga Hasil UMKM!

JADI AJANG SYIAR ISLAM

KOTA TANGERANG,PenaMerdeka – Wali Kota Tangerang, Arief R. Wismansyah resmi membuka Festival Al-Azhom ke-9 kemarin. Helatan tersebut bakal berlangsung hingga (5/10/2022) dengan berbagai rangkaian acara.

Beragam acara menarik dapat ditemui dalam perhelatan Festival Al Azhom 2022 itu. Diantaranya jalan sehat sarungan, pameran artefak Rasulullah SAW, lomba islami, pameran kaligrafi, bazar hingga kuliner.

Wali Kota Tangerang, Arief R Wismansyah, mengatakan acara tersebut selain sebagai sarana syiar agama Islam namun juga menjadi momentum kebangkitan perekonomian dan juga pariwisata di Kota Tangerang.

“Ada beragam rangkaian kegiatan yang dihadirkan dalam Festival Al Azhom kali ini. Seperti tabligh dan juga pameran, ada pula bazar produk UMKM,” ucapnya, Sabtu (24/9/2022).

Arief mengajak, masyarakat baik dari dalam maupun luar Kota Tangerang untuk berkunjung dalam gelaran Festival Al Azhom sebagai wadah rekreasi dan edukasi Islami.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga, Kaonang menyebutkan di festival kali ini ada pameran artefak peninggalan Rasulullah SAW yang berada di Aula Gedung MUI Kota Tangerang. Masyarakat dapat melihat peninggalan Rasulullah SAW secara gratis.

“Di festival Al-Azhom kali ini juga ada pameran artefak peninggalan Rasulullah SAW. Ada kurang lebih sebanyak 20 peninggalan yang sudah tersertifikasi asli. Masyarakat bisa melihat langsung secara gratis,” katanya.

“Kepada masyarakat Kota Tangerang, mari kita sukseskan dan meriahkan Festival Al-Azhom ke-9 ini. Jangan lupa, nanti pada tanggal 25 September 2022 juga ada Jalan Sehat Sarungan dengan door prize umroh, dan hadiah menarik lainnya,” jelasnya.

Tim Artefak Indonesia, Ustadz M. Ishak menambahkan, ada 20 peninggalan Nabi Muhammad SAW. Seperti sorban, janggut, rambut, darah bekam tapak kaki, busur, tongkat, tanah makam, karpet raudah, kiswah dalam Kakbah, hingga lainnya.

“Ini berasal dari museum Malaysia milik Profesor Abdul Manan bin Embong yang merupakan arkeolog yang meneliti khusus ini selama 30 tahun. Dan mengumpulkan barang-barang ini dari seluruh dunia,” tambahnya. (hisyam)

hsn ads Rafiudin akbar
Disarankan
Click To Comments