Iran Minta Peserta Kejuaraan Dunia Catur Wanita Mengenakan Hijab

Kejuaraan catur wanita dunia yang akan diselenggarakan di Teheran, Iran pada Maret 2017 mendatang, menuai banyak kritik. Bahkan sejumlah grandmaster wanita mengancam akan memboikot turnamen tersebut jika mereka diminta mengenakan hijab.

Kritik ditujukan kepada Organisasi Catur Dunia (FIDE) karena dianggap telah melakukan kesalahan dengan menunjuk Iran sebagai penyelenggara kejuaraan tingkat dunia tersebut.

Para Pecatur Wanita juga menganggap FIDE telah gagal mempertahankan hak perempuan yang telah secara khusus berpartisipasi dalam turnamen catur.

Grandmaster wanita asal AS Nazi Paikidze mengaku kecewa karena harus melewatkan turnamen tingkat dunia pertamannya dengan bermacam alasan.

Seperti dilansir laman independent.co.uk wanita kelahiran Georgia tersebut mengungkapkan “Sangat tak dapat diterima bahwa sebuah kejuaraan catur wanita terpenting harus diselenggarakan ditempat para peserta wanita cara berpakaiannya masih diatur untuk berhijab” ungkap juara AS Grandmaster itu, Jumat (30/09).

“Saya memaklumi dan menghormati perbedaan budaya, tetapi tidak bisa memahami bila pelanggaran aturan setempat akan berujung dipenjara dan hak-hak wanita diabaikan,” ujar Paikidze.

Berbeda dengan Susan Polgar, pecatur wanita dari Hongaria, menurutnya dirinya tidak berkeberatan mengenakan hijab jika peraturan tersebut diterapkan untuk semua peserta.

“Saat saya mendatangi tempat lain dengan kebudayaan berbeda, saya ingin menunjukkan rasa hormat saya dengan mengenakan pakaian seperti kebiasaan mereka. Tidak ada yang memaksa saya melakukannya, saya melakukan itu untuk menghormati,” kata Polgar.

Sementara Komisi Catur Wanita FIDE tetap bertahan dengan keputusannya untuk menunjuk Iran sebagai tuan rumah dan menghimbau peserta untuk menghormati budaya setempat. (deden)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Daftar Calon Sementara Anggota DPRD Kota Tangerang 2019

Disarankan
Dirgahayu RI 73 Jazuli Abdillah