Antisipasi Tergerus Asing, Ritel Wajib Sediakan Produk Lokal

Kebijakan Asean Free Trade Area (AFTA) yang sudah diberlakukan meningkatkan persaingan perdagangan. Meski begitu banyaknya barang-barang impor sedikit banyak bisa dapat mengurangi jatah produk dalam negeri. Bila tidak ada proteksi tentunya produk lokal akan tergerus produk asing.

Direktur Penggunaan dan Pemasaran Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Novia Vrisvintanti mengatakan, adanya AFTA bisa berdampak kepada berkurangnya produk dalam negeri. Apalagi jika produk tersebut kalah saing dengan barang dari luar negeri.

Maka itu harus ada kebijakan untuk melindunginya. Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 70 Tahun 2013 tentang Perdagangan, Pedoman, Pembinaan Toko Modern memberikan nafas bagaimana barang lokal bisa berkembang.

”Permendag tersebut mengharuskan ritel atau toko modern menyediakan produk lokal hingga 80 persen. Tujuan diberlakukan aturan ini agar barang lokal tidak tergerus barang asing,” katanya saat ditemui di acara Temu Usaha UMKM dengan Toko Modern, di Serpong, Selasa (29/11) kemarin.

Novia menjelaskan dengan kebijakan tersebut, minimal produk lokal dapat mengembangkan sayapnya. Apalagi ritel modern terus tumbuh dan ada hingga pelosok desa. Ia mencatat sejak ada kebijakan tersebut, sebanyak 4.230 produk dalam negeri yang ada di toko modern.

Angka ini akan terus bertambah seiring berkembangnya produk rumahan. Khusus di Tangsel banyak produk asli daerah yang bisa dikembangkan. Apalagi jika melihat daerahnya yang tumbuh menjadi kota industri jasa dan perdagangan. Toko modern hampir di setiap wilayah ada. Ini sebuah potensi yang harus dikembangkan.

Pihaknya juga melakukan pengawasan terhadap implementasi produk-produk lokal. Setiap waktu dilakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah toko modern untuk melihat barang-barang lokal. Bila tidak ada tentunya bakal diberikan sanksi.

”Kalau tidak ada barang lokal, kita berikan teguran. Jika ada sidak lagi dan belum juga ditaati, sanksinya lebih tegas lagi. Bisa saja rekomendasi pencabutan izin,” imbuhnya.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Tangsel Muhamad mengaku, sudah menjalankan kewajiban toko ritel menyediakan produk atau barang lokal.

Kata dia, pada setiap toko kini banyak produk rumahan, seperti kuliner, handycraft, dan lain sebagainya. Apalagi di sini produk rumahan tersebut jumlahnya ratusan buah. Jika tidak dilindungi khawatir bakal gulung tikar.

”Kita tidak ingin produk lokal yang punya potensi dibiarkan begitu saja. Maka itu adanya Permendag ini betul-betul kita manfaatkan,” imbuhnya.

Muhamad mengaku, pihaknya juga rutin mendatangi toko ritel untuk melihat ada tidak barang lokal. Bila tidak ada tentunya meminta untuk disediakan.

”Pokoknya barang-barang di ritel modern, banyak yang menyediakan produk rumahan. Harganya juga murah dan punya kualitas yang bagus,” katanya. (herman)

Disarankan
Click To Comments