Sampai 9 Januari 2017, Truk Dilarang Lewati Jalan Utama Tangsel

TANGSEL, PenaMerdeka – Truk bertonase besar diimbau tak melintas pada jalan utama di Kota Tangsel kecuali yang mengangkut bahan bakar minyak (BBM) dan pasokan makanan. Imbauan untuk tidak melewati jalan utama Tangsel ini sejatinya telah dikeluarkan dari 18 Desember 2016 hingga 9 Januari 2017.

Kasi Rekayasa Lalu Lintas, Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kota Tangsel, Ika Kartika mengatakan, adanya kebijakan melarang bagi truk melewati jalan utama Tangsel mengacu kepada Surat Edaran nomor 36 tahun 2016 tentang Monitoring Angkutan Natal Tahun 2016 dan Tahun Baru 2017.

Larangan yakni kepada truk bermuatan berat dilarang melintasi jalan utama Kota Tangsel kecuali membawa BBM dan pasokan bahan makanan.

“Suratnya jelas menerangkan soal pengawasan kendaraan berat. Khusus jalan utama Tangsel yang dilewati adalah Jalan Raya Serpong hingga perbatasan Bogor. Truk besar dilarang melintas jelang tahun baru hingga pasca perayaan,” katanya, beberapa waktu lalu.

Selain adanya surat edaran, imbauan juga diperkuat dengan Peraturan Walikota Nomor 3 tahun 2012 tentang Operasional Kendaraan Berat. Dimana untuk menghindari kemacetan dan agar perayaan tahun baru berjalan aman demi keselamatan masyarakat yang turut merayakan.

Kasat Lantas Polres Tangsel AKP Lalu Hedwin Hanggara menuturkan larangan truk bertonase untuk melintas di jalan utama Tangsel lebih dari dua sumbu adalah kewenangan Dishubkominfo atas intruksi Menteri Perhubungan.

Pihak kepolisian akan terus melakukan pengamanan dan penanganan jalan agar tetap aman dan kondusif serta jalan lancar.

“Soal larangan itu kewenanganya bukan pada kami tapi Dinas Perhubungan sesuai dengan intruksi Menteri Perhubungan. Kami tetap fokus melakukan upaya agar jalan lancar dan aman,” katanya.

Ia menjamin guna mengantisipasi kepadatan kendaraan, beberapa titik dilakukan rekayasa. Seperti di plaza Bintaro kendaraan tidak dibolehkan belok kiri atau memutar di belakang Plaza Bintaro selepas dari perempatan.

Lalu bundaran Alam Sutera hingga bundaran living Word akan dijadikan satu arah. Jika ada pengendara ingin berbelok harus menyusuri putaran yang dibolehkan.

Sedang di Alam Sutera beberapa bundaran apabila tidak dilakukan rekayasa akan menimbulkan kepadatan. Untuk kendaraan yang akan berbelok ke arah kanan dari bundaran harus lurus terlebih dahulu. (deden)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.