Sangsi FIFA dan Catatan Sepakbola Indonesia di 2016, Bagaimana Tahun 2017?

Jakarta, PenaMerdeka– Sangsi FIFA  untuk PSSI telah dicabut pada 13 Mei 2016 lalu. Banyak catatan kelam yang ditulis untuk oranisasi sepakbola Indonesia masa itu, Indonesia tidak bisa tampil untuk level internasional, lantaran sepi aktifitas untuk pentas dalam negeri maupun luar negeri.

Sebelum sangsi FIFA dicabut membuat keprihatinan hingga komentar negatif banyak yang mucul buat PSSI.

Inilah sejarah kelam PSSI yang kami rangkum sejarah pada Tahun 2016:

7 Januari: Indonesia mengawali 2016 dengan menempati peringkat 180 dunia, atau turun satu tangga dibandingkan ranking akhir tahun 2015. Di kawasan Asia Tenggara, Indonesia hanya lebih baik dari Kamboja yang menempati posisi 181 dan Brunei Darussalam (184).

FEBRUARI

3 Februari: Gelandang muda Evan Dimas tiba di Spanyol untuk memulai trial-nya bersama bersama klub La Liga, Espanyol. menjalani trial selama lima bulan di klub tersebut.

4 Februari: FIFA menolak permintaan Kemenpora yang menginginkan perubahan kerangka acuan Komite Ad-hoc Reformasi PSSI, karena telah resmi disetujui komite eksekutif (Exco) FIFA pada rapat 2 dan 3 Desember 2015.

4 Februari: Posisi Indonesia tidak mengalami perubahan di ranking FIFA, dan tetap berada di peringkat 180. Sanksi penangguhan dari FIFA membuat Indonesia tidak bisa menjalani laga internasional.

MARET

3 Maret: Kendati tidak mempuyai agenda pertandingan internasional selama hampir satu tahun akibat sanksi penangguhan, posisi Indonesia di ranking FIFA mengalami peningkatan dua tangga ke posisi 178.

7 Maret: Mahkamah Agung menolak kasasi Menpora terhadap putusan pengadilan tata usaha negara (PTUN) dan pengadilan tinggi tata usaha negara (PTTUN) yang memenangkan memenangkan banding PSSI.

APRIL

7 April: Setelah sempat naik dua tangga, posisi Indonesia kembali melorot di ranking FIFA, dan menduduki peringkat ke-185. Kali ini, posisi Indonesia hanya lebih baik dari Brunei Darussalam untuk kawasan Asia Tenggara.

19 April: PSSI merayakan ulang tahun ke-85 secara sederhana di Stadion Utama Gelora Bung Karno Jakarta.

MEI

5 Mei: Indonesia tidak bergerak dari posisi 185 di rangking FIFA

10 Mei: Menpora akhirnya mencabut pembekuan terhadap PSSI yang sudah berlangsung selama setahun. Keputusan ini dilakukan agar sanksi FIFA kepada Indonesia bisa dicabut dalam kongres induk organisasi sepakbola internasional itu di Meksiko pada 12-13 Mei.

13 Mei: FIFA mencabut sanksi FIFA penangguhan terhadap Indonesia dalam kongres di Mexico City. Keputusan itu dikeluarkan setelah FIFA mendapat surat dari pemerintah Indonesia terkait pencabutan pembekuan PSSI.

JUNI

2 Juni: Indonesia yang masih belum menjalani laga internasional mengalami penurunan peringkat di ranking FIFA. Kali ini, Indonesia turun dua tangga ke posisi 187.

10 Juni: PSSI kembali menunjuk Alfred Riedl sebagai pelatih timnas Indonesia untuk berlaga di Piala AFF 2016 setelah pencabutan sanksi FIFA.

JULI

14 Juli: Indonesia menempati posisi terburuk dalam sejarah ranking FIFA negara ini setelah menempati peringkat ke-191. Hingga bulan ini, Indonesia masih belum menjalani laga internasional.

15 Juli: Eduward Tjong ditunjuk menjadi pelatih timnas Indonesia U-19 untuk mengarungi Piala AFF U-19 di Vietnam.

22 Juli: Operator dan klub ISC A 2016 menemui kesepakatan setiap klub hanya menyumbangkan maksimal dua pemain ke timnas Indonesia yang akan berlaga di Piala AFF 2016.

AGUSTUS

3 Agustus: PSSI menggelar kongres luar biasa (KLB) di Ancol, Jakarta. Hasil KLB menetapkan kongres pemilihan digelar 17 Oktober, dan menetapkan Hinca Panjaitan sebagai Plt ketua umum PSSI. Keputusan ini mendapat respons positif dari FIFA.

9 Agustus: Seleksi gelombang pertama timnas Indonesia digelar di Stadion Pakansari untuk mencari pemain yang dipersiapkan mengikuti pelatnas Piala AFF 2016. 24 pemain mengikuti seleksi ini.

11 Agustus: Posisi Indonesia belum beranjak dari peringkat 191 di ranking FIFA.

16 Agustus: Seleksi gelombang kedua timnas Indonesia digelar di Stadion Pakansari. Seperti halnya gelombang pertama, seleksi ini diikuti 24 pemain.

SEPTEMBER

6 September: Timnas Indonesia menjalani laga internasional pertama pascapencabutan dan penangguhan Sanksi FIFA. ‘Debut’ skuat Garuda pun diwarnai kemenangan 3-0 atas Malaysia di Stadion Manahan Solo.

9 September: Menpora memberikan rekomendasi agar kongres pemilihan PSSI diselenggarakan di Yogyakarta dengan alasan sebagai wujud reformasi PSSI untuk kembali ke titik nol.

15 September: Indonesia menjalani dua laga uji coba internasional pasca pencabutan dan penangguhan Sanksi FIFA. Hasil itu membuat posisi Indonesia naik ke peringkat 181.

20 September: Timnas Indonesia U-19 gagal melaju ke semi-final Piala AFF U-19 setelah hanya menempati peringkat empat klasemen akhir di Hanoi, Vietnam.

OKTOBER

9 Oktober: Timnas Indonesia kembali melakoni pertandingan uji coba. Kali ini mereka menghadapi Vietnam di Stadion Maguwoharjo. Sempat tertinggal dua gol, tim Merah Putih akhirnya memaksa laga ditutup dengan skor imbang 2-2.

11 Oktober: PSSI menetapkan kongres pemilihan digelar di Makassar, kendati Menpora menegaskan hanya memberikan rekomendasi agenda itu dilaksanakan di Yogyakarta.

14 Oktober: Polemik lokasi kongres pemilihan membuat FIFA turun tangan. Berdasarkan hasil rapat komite eksekutif (Exco) PSSI, induk organisasi sepakbola dunia ini menetapkan kongres pemilihan digelar 10 November di Jakarta.

20 Oktober: Posisi Indonesia mengalami peningkatan dua tangga setelah menduduki peringkat ke-179 di ranking FIFA.

NOVEMBER

4 November: Duel melawan Myanmar menjadi laga tandang perdana timnas Indonesia pascapemulihan status di FIFA. Pada pertandingan ini, Indonesia memaksa Myanmar bermain imbang tanpa gol.

8 November: Setelah bertamu ke Myanmar, timnas Indonesia selanjutnya menghadapi Vietnam di Hanoi. Hanya saja, Indonesia kali ini menelan kekalahan 3-2 dari tuan rumah.

10 November: Edy Rahmyadi resmi terpilih menjadi ketua umum PSSI periode 2016-2020 melalui kongres pemilihan di Jakarta. Sedangkan Joko Driyono dan Iwan Budianto menjadi wakil ketua umum.

19 November: Timnas Indonesia menjalani laga pembuka Grup A Piala AFF 2016 melawan juara bertahan Thailand di Bacoue, Filipina. Namun anak asuh Alfred Riedl ini gagal mengatasi Thailand, dan harus menyerah 4-2.

22 November: Matchday kedua timnas Indonesia di Piala AFF 2016 berakhir imbang 2-2 ketika menghadapi tuan rumah Filipina. Skuat Garuda sempat unggul dua kali di pertandingan ini.

25 November: Timnas Indonesia menjalani laga hidup-mati melawan Singapura di partai pamungkas Grup A. Sempat tertinggal lebih dulu, Indonesia akhirnya memastikan tiket ke semi-final setelah mengalahkan Singapura 2-1.

24 November: Indonesia tidak beranjak dari posisi 179 ranking FIFA setelah mencatat masing-masing dua hasil imbang dan kekalahan.

DESEMBER

3 Desember: Timnas Indonesia menjamu Vietnam di Stadion Pakansari di leg pertama semi-final Piala AFF 2016. Indonesia membuka asa ke final setelah memenangi pertandingan ini dengan skor 2-1.

8 Desember: Bermodalkan kemenangan 2-1, timnas Indonesia hanya cukup bermain imbang di leg kedua semi-final Piala AFF 2016. Namun Indonesia harus bekerja keras untuk menahan imbang Vietnam 2-2. Di laga yang diselesaikan melalui perpanjangan waktu ini, Vietnam harus bermain dengan sepuluh orang sejak menit ke-76.

14 Desember: Timnas Indonesia mempunyai asa tinggi menjuarai Piala AFF untuk kali pertama setelah memetik kemenangan 2-1 atas Thailand di leg pertama final di Stadion Pakansari. Teerasil Dangda sempat membawa Thailand unggul, sebelum akhirnya Rizky Pora dan Hansamu Yama membalikkan keadaan.

17 Desember: Ambisi Indonesia menjadi juara Piala AFF untuk pertama kalinya kandas setelah dipaksa menelan kekalahan 2-0 dari Thailand di leg kedua final di Bangkok. Indonesia pun untuk kelima kalinya harus puas menjadi runner-up di pesta sepakbola dua tahunan se-Asia Tenggara ini.

19 Desember: Kendati gagal menjadi juara Piala AFF 2016, Presiden RI Joko Widodo tetap memberikan apresiasi berupa bonus Rp200 juta kepada masing-masing pemain timnas Indonesia. Hal itu disampaikan Jokowi ketika menjamu skuat Garuda di Istana Negara.

22 Desember: Indonesia menutup 2016 dengan menduduki peringkat ke-171 dunia setelah hanya menduduki posisi runner-up Piala AFF.

Setidaknya buntut sangsi FIFA menjadi perhatian untuk para petinggi PSSI. Karena sepakbola bukan hadir untuk kepentingan lain, ini murni olahraga yang sejatinya untuk penggemar sepakbola. Sepakbola adalah olahraga yang banyak membuat perhatian masyarakat. Bahkan ada potensi bisnis dari olahraga team work ini. Jangan terperangkap lagi dengan sangsi FIFA karena kepentingan lain. (agus/dbs)

 

Get real time updates directly on you device, subscribe now.