SPSI Harap Persoalan Pekerja Asing Banten Tuntas Ditangan WH-Andika

0 70

KOTA SERANG,PenaMerdeka – Ketua Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Provinsi Banten, Imam Sukarsa mengatakan, pihaknya menyoroti banyaknya jumlah pekerja asing atau TKA yang tidak kompeten di Banten.

SPSI Banten berharap, calon gubernur dan wakil gubernur Wahidin Halim (WH) dan Andika Hazrumy jika terpilih bisa menyelesaikan persoalan TKA yang ada di Banten. Ia menegaskan, kedepan harus ada evaluasi terkait dengan visa bebas.

Pasalnya kata Imam, sekarang ini banyak aturan dilanggar oleh perusahaan terutama di kawasan industri di Tangerang. Dan nampaknya ia juga melihat dinas terkait tidak ketat menjalankan aturan soal pekerja asing atau TKA.

“TKA marak sejak dua tahun lalu, terutama di Balaraja, Tangerang, biasanya mereka (TKA-red) itu berada di perusahaan yang berbasis industri logam, baja yang mayoritas pekerja berasal datj Cina yang non skill, satu perusahan bisa mencapai 40 persen dari TKA, keinginan kami bahwa aturan ditegakkan, ketika Pak Wahidin dan Aa terpilih bisa menerapkan aturan yang disepakati, bahwa TKA tidak boleh bekerja sesuai dengan bukan jobnya,” terangnya saat menggelar acara silaturahmi dengan Cawagub Banten Andika Hazrumy di Hotel Ratu, Kota Serang, Rabu (26/1) kemarin.

Dalam kesempatan itu bukan hanya persoalan pekerja asing saja yang dikemukakan oleh SPSI Banten. Tetapi terkait dengan kinerja Dinas Ketenagakerjaan dan Tramsmigrasi ia juga meminta kepada cagub-cawagub Banten WH-Andika, ketika akan menetapkan Kepala Disnakertrans yang baru menempatkan orang yang paham dengan perburuhan dan ketenagakerjaan.

“Setidaknya, Kadisnaker itu orang yang paham tentang aturan pekerja asing, perburuhan, soalnya kalau engga gitu, yang repot kita juga, tapi kalau Kadisnya udah paham tentang buruh, kita bisa bersinergis, kami juga berharap agar kedepan, Pemrov bisa membuat regulasi yang memihak kepada buruh,” jelasnya. (afed)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Tahun Baru Islam
Disarankan
Dwi Nopriandi
Ahmad Jazuli
Loading...