DLH Tangsel Bakal Sulap TPA Cipeucang Jadi Ekowisata

0 101

KOTA TANGSEL,PenaMerdeka – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangsel akan menyulap Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipeucang menjadi Ekowisata.

Soalnya TPA ini telah menimbulkan dampak sosial yang tidak bagus bagi masyarakat. Seperti bau sampah yang berdampak kepadakualitas kesehatan menurun. Diubahnya Cipeucang menjadi lokasi yang ramah lingkungan bertujuan supaya Kota Tangsel menjadi kota terbersih di Indonesia.

Ekowisata merupakan kegiatan pariwisata yang berwawasan lingkungan dengan mengutamakan aspek konservasi alam, aspek pemberdayaan sosial budaya ekonomi masyarakat lokal serta aspek pembelajaran dan pendidikan

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DLH Mukoddas Syuhada mengatakan, polemik TPA Cipeucang memang sudah kompleks dan berlarut-larut dan tak kunjung menemukan solusi. Ia mengatakan ada tiga konsep yang akan dilakukan DLH dalam menangani pengelolaan sampah terutama TPA Cipeucang yang nantinya akan disulap menjadi Ekowisata.

”Salah satunya dengan menutup TPA Cipuecang. Bukit-bukit gundukan sampah akan ditanamin pohon dan dihijaukan,” katanya, saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (25/1).

TPA Cipeucang, lanjut Mukoddas, berpotensi menjadi tempat yang menarik karena melihat adanya lahan kosong sekitar 2,5 hektare. Ini dapat dijadikan hutan wisata dengan bantaran sungai cisadane. Tentunya melibatkan masyarakat sekitar untuk menjadi pengelola wisatanya, seperti pemukiman pemulung yang ada di dekat TPA tersebut.

”Mewujudkan konsep ramah lingkungan di Cipeucang butuh waktu sekitar dua tahun hingga tiga tahun. Waktu tersebut akan diiringi dengan dibangunnya pengelolaan Tempat Pengelolaan Sampah Reuse, Reduce, dan Recycle (TPS3R) berbasis masyarakat,” kata mantan Sekretaris Dinas Tata Kota Bangunan dan Permukiman tersebut.

TPS3R akan dibagi beberapa zona, sebagai tempat pengelohan sampah apabila TPA Cipeucang ditutup. Saat ini, baru ada sekitar 50 TPS3R yang aktif.

”Kami akan optimalkan TPS3R supaya mampu mengolah sampah masyarakat yang sehari bisa mencapai 880 ton,” terangnya.

Penggiat Pemuda Peduli Lingkungan Wilayah Kecamatan Setu, Sahrul setuju apabila TPA Cipeucang dijadikan ekowisata. Serta memberdayakan TPS3R. Sebab, masyarakat perlu diberdayakan sekaligus diberikan pemahaman tentang penanganan sampah berbasis masyarakat.

”Saya menilai, kalau memang Dinas Lingkungan hidup memiliki niat serius untuk penanganan sampah bersama masyarakat, persoalan ini bisa selesai,” ucap Ketua KNPI Kecamatan Setu tersebut. (deden)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Disarankan
Dwi Nopriandi
Ahmad Jazuli
Loading...