Daftar Calon Tetap Anggota DPRD Kota Tangerang Pemilu 2019

Bursa Efek Indonesia Bakal Realisasikan Inkubator di Maret Mendatang

0 61

PenaMerdeka – Mulai bulan Maret 2017 mendatang, Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui operasional incubator bakal merealisasikan upaya untuk mendorong startup atau perusahaan rintisan dan bagi Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Langkah tersebut diharapkan bermuara pada langkah perusahaan untuk melakukan penawaran saham perdana.

“Banyak anak muda Indonesia yang punya ide tetapi tidak punya modal dan pengetahuan untuk mengembangkan idenya. Layaknya seperti ‘bayi’, di inkubator nanti, mereka akan diajarkan dari awal, misalnya bagaimana membuat akuntansi, membuat PT, mencari modal, bahkan sampai memperkenalkan mereka dengan angel investor,” ujar Direktur Utama BEI Tito Sulistio di Jakarta, Kamis (26/1) kemarin.

Saat ini kata Sulistio perusahaan startup memang sedang menjamur di Indonesia sehingga butuh dukungan agar bisa bertahan hidup. Dirinya berharap dengan adanya inkubator ini startup Indonesia bisa bersaing dengan kompetitor asing dan lebih banyak digunakan oleh masyarakat Indonesia dengan potensi pasar yang sangat besar menurutnya juga tidak boleh kalah dan harus lebih maju dibandingkan negara tetangga.

“Masa kita kalah sama Malaysia, Singapura dan Thailand soal startup. Pemakai internet kita banyak, masa pakai barang orang terus,” ucapnya.

Menurutnya inkubator startup akan dibuka penyeleksiannya pada Februari 2017. Di mana, pendaftarannya akan dibuka mulai Senin depan melalui website BEI. Inkubator ini, jelasnya dapat menampung 20 startup yang masing-masing dapat menampung maksimal tiga orang. Adapun biaya yang dikenakan kepada masing-masing orang maksimal Rp 1 juta untuk bisa menggunakan gedung perkantoran Bapindo.

“Sebenarnya ini CSR (corporate social responsibility) bursa, tapi harus kita kenakan supaya mereka ada dorongan untuk berkembang. Biaya tersebut sudah termasuk makan, minum kopi atau teh, dan juga wifi gratis,” jelasnya.

Meski mengharapkan ada beberapa startup dari inkubator yang IPO, namun bursa tidak mempermasalahkan jika akhirnya mereka memutuskan tidak go public.

“Bagi bursa yang penting perusahaan tersebut maju, PT berdiri, idenya terlaksana, dan membangun tenaga kerja, bayar pajak dengan benar,” tegas Tito.

Adapun, guna mendukung harapan tersebut, bursa memberikan relaksasi. Dalam hal ini relaksasi yang diberikan bukan pada angka, semisal operasional perusahaan mungkin bukan berusia dua tahun atau hanya di ide, lalu balanced baru pembukaan saja. Kendati demikian, tidak ada relaksasi yang akan diberikan dari sisi legal dan administratif serta harus diaudit.

“Jadi harus ada legal opinion dan kami tidak akan mundur. Tapi kalau cuma di angka, lama beroperasi, untung rugi, dan modalnya itu ada relaksasinya,” tuturnya.

Vice President Privatization Startup-SME and Foreign Listing BEI Saptono Adi Junarso menambahkan, nantinya selama enam bulan dalam inkubator ini mereka akan diberikan bimbingan (mentorship), tempat kerja (working space), akses kepada pendanaan, dan acara-acara yang mempertemukan mereka dengan calon investor. Program ini jelasnya terbuka untuk semua level, mulai dari yang masih berbentuk persiapan ide, sampai perusahaan yang mengarah masuk ke pasar modal.

BEI, sambungnya juga akan mendirikan inkubator serupa di kota-kota selain Jakarta. Target selanjutnya adalah Bandung, Surabaya, Medan, dan Semarang.

“Pokoknya kita cari yang banyak anak mudanya dan banyak ide-ide menarik. Kalau di Bandung kita sudah punya kantor perwakilan jadi bisa semakin cepat,” tandasnya. (penamas/dbs)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Disarankan
Loading...