Wisata Religi Mengaji Di Tengah Sawah Desa Setanggor Lombok

0 366

PenaMerdeka – Daerah Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), gencar memikat pelancong. Pengunjung berdatangan untuk menikmati potensi wisata di Lombok yang terus berkembang dan beranekaragam seperti wisata religi mengaji di tengah sawah.

Dikenal dengan julukan Pulau Seribu Masjid, pulau Lombok begitu terasa nuansa religinya. Pengunjung yang menjejakkan kaki di Lombok akan langsung merasakan kehidupan spiritual yang penuh kesantunan di daerah ini.

Terletak di Praya, Lombok Tengah, tak jauh dari Bandara Internasional Lombok (BIL), terdapat Desa Wisata Setanggor yakni sebuah desa wisata yang patut untuk disinggahi saat berkunjung ke Lombok untuk  wisata religi mengaji di tengah sawah. Lokasinya di Kecamatan Praha Barat, Lombok Tengah, NTB. Hanya berjarak sekira 5 kilometer dari bandara Lombok.

Pengunjung akan ditawarkan 14 pilihan wisata , mulai dari wisata budaya, agrobisnis, pendidikan, kuliner atau wisata alam yang sangat mempesonakan. Salah satu yang menarik adalah wisata religi mengaji di tengah sawah. Di tengah hamparan sawah yang begitu hijau di Dusun Setanggor Barat I, pengunjung bisa mengaji.

Ida Wahyuni (29) penggagas Desa Wisata Setanggor menuturkan, bagi setiap wisatawan yang datang akan disuguhkan pengalaman baru dengan wisata religi. Wisata ini juga selaras dengan program Gubernur NTB Muhammad Zainul Majdi yakni program ‘Magrib Mengaji’. Dengan didampingi ustaz, puluhan wisatawan sudah merasakan sensasi mengaji di tengah sawah yang dilakukan usai Shalat Ashar.

Ida juga menuturkan “Rencananya, nanti akan ada ngaji di tengah sawah dengan membawa obor setelah waktu Maghrib,” seperti di kutip dari laman Republika co.id.

Menurutnya suasana mengaji di tengah sawah semakin menambah keimanan seseorang. Sambil menikmati keindahan alam, membaca Kalam Ilahi semakin nikmat. Tidak hanya bahagia menikmati keindahan alam, tetapi juga bersyukur, sebab pengunjung dalam keindahan alam dapat menyaksikan kebesaran Sang Maha Pencipta.

Desa wisata Setanggor didesain dengan desa wisata halal. Sebelumnya lantaran banyak yang berjualan tuak, daerah ini dikenal dengan sebutan Texas. Namun, sekarang sudah tidak adalagi yang menjual jenis minuman keras tersebut.

Perlahan, Ida mengubah citra Setanggor menjadi desa wisata yang berbasis halal dan ramah bagi setiap wisatawan yang datang. Ia tak menampik jika kerap menemui hambatan dalam usahanya mengubah kesan Desa Setanggor. Namun, itikad baik dalam membangun masyarakat di desa asal ayahnya itu membuat ia optimistis untuk terus maju.

Perempuan asli Lombok ini mulai merintis Desa Wisata Halal Setanggor bermodalkan dari uang pribadinya. Dirinya berkomitmen membangun desa wisata yang berbasis religi, hal ini ia tunjukkan dengan tidak ada riba dalam setiap pembangunan desa wisata ini. (penamas/dbs)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Disarankan
Dwi Nopriandi
Ahmad Jazuli
Loading...