Kejari Tangerang Periksa Kasus Dugaan Pungli Oknum Pejabat BPPD

KOTA TANGERANG, PenaMerdeka — Oknum pejabat pengawas Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang diduga melakukan pungutan liar (Pungli) soal alat proteksi kebakaran dan sarana penyelamatan jiwa.

Informasi yang berhasil dihimpun, kasus dugaan pungli tersebut kini sudah ditangani  Kejaksaan Negri Tangerang.

“Kami masih mengumpulkan alat bukti, keterangan dari saksi serta data-data yang akurat,” ujar Firdaus Kasipidsus Kejari Tangerang kepada PenaMerdeka.com, Jumat (3/3).

Menurutnya, pihaknya sampai saat ini masih terus melakukan penyelidikan kasus ini untuk membuktikan siapa oknum pejabat itu yang telah melakukan pungutan liar tersebut.

“Saya belum bisa terbuka mas, karena masih dalam proses penyelidikan,” terangnya

Sementara itu, Dedi Budaeri Sekertaris Daerah (Sekda) Kota Tangerang yang juga Kepala BPBD ketika dimintai tanggapannya terkait kasus pungutan liar yang dilakukan oleh salah satu oknum pejabat yang sudah dilakukan pemeriksaan oleh pihak Kejaksaan enggan memberikan komentar terlalu jauh.

“Kalau soal itu mah saya no coment (tidak berkomentar), tunggu hasil pemerikasaannya saja nanti,” terang Dedi beberapa waktu lalu.

Sampai berita ini di publikasikan, Irman Pujahendra Kepala Pelaksana BPBD Kota Tangerang belum bisa memberikan keterangan resmi terkait soal dugaan kasus pungutan liar ini yang berada di jajarannya.

Informasi yang berhasil dihimpun, sejumlah oknum pejabat BPBD Kota Tangerang yang tersandung kasus pungutan tersebut sudah dilakukan pemeriksaan oleh Kejaksaan Negri Tangerang pada minggu yang lalu.

Seperti diketahui, Amanat Undang- undang 28 tahun 2002 serta Perda Kota Tangerang no. 4 tahun 2012 telah membentuk Tim Pengawas dan Pemeriksa Bangunan Gedung pada tahun 2015.

Tim Pengawas dan Pemeriksa Bangunan Gedung memberikan pelayanan pemeriksaan keberfungsian Alat Proteksi Kebakaran dan Sarana Penyelamatan Jiwa yang terpasang dan memberikan saran perbaikan serta penyesuaian Alat-alat proteksi kebakaran dan sarana penyelamatan jiwa tersebut.

Sistem proteksi kebakaran aktif dan Pasif, adalah salah satu faktor keandalan bangunan gedung terhadap bahaya kebakaran. Sistem proteksi kebakaran aktif wajib diadakan untuk seluruh bangunan baik Rumah tinggal, Apartemen, Pusat Perbelanjaan, rumah sakit dan Industri serta gedung perkantoran baik swasta maupun pemerintah. (herman).

Disarankan
Click To Comments