Revisi Kebijakan Imigrasi AS, Irak dapat Pengecualian

WASHINGTON,PenaMerdeka – Akhinya Amerika Serikat merevisi kebijakan tentang imigrasi. Donald Trump slaku Presiden menandatangani kebijakan imigrasi AS dengan mengeluarkan Irak dari daftar larangan masuk ke Negara adidaya tersebut.

Sebelumnya AS telah memberlakukan larangan bagi 7 negara yang notabene kebayakan muslim untuk masuk ke Negara AS. Tepatnya pada pada 27 Januari lalu mereka memberlakukan larangan Negara Irak, Iran, Libya, Somalia Sudan, Suriah, dan Yaman.

Sehingga pada waktu itu tak ayal dari kebijakan imigrasi AS tidak sedikit dunia mengecam Donald Trump yang saat itu baru saja terpilih menggantikan Barack Obama.

Hingga akhirnya, gugatan hukum secara federal diajukan di negara bagian Washington yang berujung hingga ke tingkat lebih tinggi, yakni pengadilan banding federal AS, yang hasilnya sama-sama menangguhkan kebijakan itu.

Dan kebijakan imigrasi AS yang kedua ini juga membekukan penerimaan pengungsi selama 120 hari dan penghentian penerbitan visa baru untuk warga Iran, Libya, Somalia, Sudan, Suriah dan Yaman. Irak tidak lagi masuk dalam daftar larangan itu.

Kebijakan imigrasi AS yang terbilang baru ini akan resmi berlaku pada 16 Maret mendatang. Dituturkan oleh pihak Gedung Putih bahwa Trump menandatangani perintah eksekutif yang berisi kebijakan imigrasi yang sudah direvisi itu secara tertutup pada Senin (6/3) pagi waktu setempat.

Penandatanganan kebijakan imigrasi yang baru ini dimaksudkan untuk menghindarkan persoalan-persoalan hukum yang dihadapi oleh kebijakan pertama. Tidak dijelaskan secara rinci soal revisi yang dilakukan pada kebijakan ini.

Namun yang jelas, kini larangan masuk AS tidak lagi berlaku untuk warga Irak, warga permanent resident yang legal dan para pemegang visa yang sah.

“Prinsip-prinsip perintah eksekutif ini tetap sama,” tegas Sekretaris Gedung Putih, Sean Spicer.
Menteri Luar Negeri AS, Rex Tillerson, menyebut kebijakan imigrasi yang baru ini sebagai ‘langkah penting’ untuk memperkuat keamanan nasional. (deden/dbs)

Disarankan
Click To Comments