2 Tahun Mengabdi, Yudistira Pesan ke Pengusaha Migas Bersikap Profesional

KOTA TANGSEL,PenaMerdeka – Sekitar 2 tahun lebih Ahmad Yudistira ditempatkan sebagai Sales Executive Region III PT Pertamina, sepanjang itu pula banyak capaian kinerja kepada pengusaha migas se-Tangerang Raya. Khususnya ketika menangani distribusi agen elpiji 3kg. Kini dengan masih jabatan yang sama ia berpindah tugas akan ditempatkan ke Medan, Sumatra Utara.

Menurutnya rotasi perpindahan tugas merupakan hal biasa dalam suatu pekerjaan. Ia berpesan supaya rekan pengusaha bisa lebih meningkatkan pelayanan secara professional.

Sementara itu Whari Prihartono, Ketua DPC Hiswana Migas Tangerang Raya menyebut bahwa ada harapan kepada pengusaha migas di wilayah Tangerang Raya untuk meningkatkan sistem kinerja pelayanannya kepada masyarakat.

“Syarat dan peraturan penanganan elpiji bergerak sangat dinamis sekali, makanya saya berharap penggantinya bakal lebih baik. Karena kita tahu bahwa di wilayah Tangerang masih ada ditemukan penyalahgunaan distribusi elpiji,” kata Whari, Rabu (16/3) di Telaga Seafood, kawasan BSD, Tangsel.

Lebih dalam kata Whari menegaskan mau tidak mau, suka tidak suka kita sebagai pengusaha migas harus mengikuti arus, kalau tidak jangan berbisnis dengan dalam usaha ini.

“Maka kita harus berbisnis dengan baik karena saya yakin ketika menjalankan usaha gas dan mengikuti peraturan, para pengusah kedepan akan lancar,” ucapnya menegaskan.

Seperti diketahui acara temu perpisahan sengaja digelar oleh DPC Hiswana Migas Tangerang Raya di Telaga Seafood, BSD, Tangsel.
Pantauan PenaMerdeka.com acara berlangsung meriah dihadiri kurang lebih 100 pengusaha gas agen elpiji 3 kg, 12 kg, dan SPPBE yang ada di Wilayah Tangerang Raya.

Tomy Agustina, Sekertaris Hiswana Migas Tangerang Raya dalam sambutannya mengatakan bahwa ada sejumlah hal penting yang harus diketahui pengusaha migas.

Salah satunya penetapan adendum yang mulai efektif pada bulan Maret 2017 mendatang. Yakni dalam pertiga bulan akan diganti penetapan agen yang sudah diatur oleh Pertamina.

“Diluar itu, kami prihatin ada beberapa agen yang terkena skorsing pihak Pertamina lantaran pengusaha migas tersebut tidak memenuhi sejumlah ketentuan yang lengkap,” ucap Tomy.

Dalam menjalankan bisnis kata Tomy melanjutkan,pada era keterbukaan kita selaku pengusaha harus transparan.

“Maka dari itu menyambung persoalan bisnis usaha migas saya ucapkan terimaksih kepada Bapak Yudistira yang sudah banyak membantu para pengusaha migas dalam segala hal khususnya usaha elpiji 3 kg ini. Kami ucapkan selamat jalan dan akan sukses di tempat yang baru,” tandasnya menjelaskan . (puji RH)

Disarankan
Click To Comments