Jazuli Abdillah Selamat Idul Fitri

Mukodas : Kota Serang Gerbang Peradaban Banten, Menuju Kota Cerdas Dunia

0 24

Penulis : Mukodas Syuhada, ST, MT, IAI
Praktisi Tata Kota asli kelahiran Serang, Banten, Ketua IAI Banten, Alumni ITB Tehnik Arsitek, S2 (MT)

BANTEN,PenaMerdeka- Sejatinya ketika sudah 10 tahun menjadi Ibu Kota Provinsi Banten, Kota Serang sudah semakin kokoh dan dari nilai sejarah yang tertinggal di kota ini mestinya sudah berlabel destinasi Gerbang Peradaban Banten.

Dengan sejumlah faktor secara infrastruktur dan ekonomi dibandingkan Kota Tangerang Selatan (Tangsel) yang baru berdiri 9 tahun, Kota Serang jauh tertinggal dari sekian bidang pula.

Sebagai ibu kota Provinsi Banten, namun penulis ingin menyatakan tidak otomatis secara kasat mata menjadikan Kota Serang sebagai kota yang aman, nyaman dan sejahtera. Masih banyak PR dan program yang harus diselesaikan dan dievaluasi supaya Kota Serang menjadi gerbang peradaban Banten, atau secara kota yang baru, minimal geliatnya kegiatan ekonominya seperti Kota Tangsel.

Di sini pentingnya Spirit of Banten untuk mewujudkan Serang yang positif semarak, menuju kota dunia yang cerdas, kreatif dan inovatif.

Sebab, di sebelah utara pesisir Laut Jawa, tepatnya di daerah Karangantu Teluk Banten, Kota Serang memiliki pelabuhan berkelas Internasional sejak di jaman Kesultanan Banten. Infrastruktur dan SDM penunjangnya masih ada dan eksis seperti benteng, kanal, stasiun dan nelayan.

Sekarang pun sudah terbangun dermaganya yang menjorok ke Teluk Banten dengan konsep Pelabuhan Ikan Nusantara. Hanya butuh direvitalisasi dan melegalkan desain yang sudah dibuat sejak tahun 2011 lalu.

Sekitar 2 km ke arah Selatan Karangantu, masih terasa Keagungan dan Kemegahan Kesultanan Banten dengan Masjid Agung, Menara Banten dan situs-situsnya yang menjadi pusat Gerbang peradaban Banten Islam pada abad 16 sampai 19.

Untuk mewujudkan Banten Lama sebagai destinasi ekowisata religius dan pusat peradaban Islam Nusantara yang berkelas dunia, maka perlu dibentuk Badan Otorita Banten Lama yang terdiri dari Kesultanan, Kenadziran dan Pemerintah.

Bergerak ke arah Selatan, kira-kira 10 km dari Kawasan Banten Lama, terdapat kawasan kota lama yang dibangun pada masa kolonial.

Ada Alun-Alun, Pendopo, Museum, bangunan perkantoran, bangunan ibadah, bangunan penjara dan rumah dinas. Di sekelilingnya ada permukiman warga dengan model rumah yang masih mempertahankan rumah jaman dulu.

Ada Pasar Lama, Royal dan Pasar Rau yang selalu ramai desak-desakan didatangi pedagang dan pembeli menjelang lebaran. Sebuah gambaran kehidupan masa sekarang jika dipertahankan dan dikelola sebagai gerbang peradaban Banten tempo dulu dan sekarang bakal menjadi ekspos yang mendunia.

Saat ini pun ditunjang oleh masyarakat Pecinan, Taman Sari dan Stasiun Kota serta peninggalan Jalan Legenda Gubernur Jenderal Daendles dengan nilai sejarah kerja paksanya dari Anyer hingga Panarukan sejauh 1000 km bukankah itu menjadi modal catatan sejarah nasional untuk dikembangkan.

Sehingga kawasan ini sangat berpotensi menjadi Ekowisata Heritage dan gerbang peradaban Banten jaman kolonial yang berkelas dunia.

Sekitar 2 km dari alun-alun Kota Serang, terdapat situs Banten Girang di pinggir Kali Banten yang merupakan peradaban jaman Kerajaan Padjadjaran.

Untuk Kota Serang bagian Selatan, berpotensi sebagai Ekowisata Hutan Titipan yang berfungsi menjaga keseimbangan alam Kota Serang.

Rencana besar ini harus dimulai di tahun 2018, sehingga menjelang tahun 2025 nanti, Kota Serang akan bertambah semarak dan menjadi Kota Dunia yang Cerdas, Kreatif dan Inovatif yang bisa membahagiakan warganya sekaligus gerbang peradaban Banten.

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Disarankan